THE RENEWAL OF THE EVIDENTIARY PROCESS FOR THE CRIMINAL ACT OF SUPERNATURAL PRACTICES

Analysis Article 252 of Law Number 1 of 2023 Concerning The Criminal Code

Authors

  • Meitria Cahyani Universitas Darussalam Gontor
  • Febrian Arif Wicaksana Universitas Darussalam Gontor
  • Andini Rachmawati Universitas Darussalam Gontor
  • Fazari Zul Hasmi Kanggas Universitas Darussalam Gontor
  • Aisyah Habibah Rahman Universitas Darussalam Gontor

DOI:

https://doi.org/10.21111/jicl.v8i3.14534

Keywords:

Evidence, supernatural, offense

Abstract

The practice of supernatural rituals in Indonesia continues despite advancements in science and technology, with various cases of fraud and abuse harming society, such as the cases involving shamans in Sukabumi and Yono. To address this issue, the government has regulated it under Article 252 of the 2023 Criminal Code (KUHP), which will take effect in 2026, aiming to curb harmful practices and prevent vigilante actions, although challenges in proving such offenses remain a major obstacle. This study employs a normative juridical approach, utilizing legal analysis and literature review methods related to evidentiary law in criminal offenses. Additionally, it examines the legal framework surrounding supernatural practices as a criminal act and how evidence is established under Article 252 of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. The findings reveal that shamanic offenses were previously regulated under Articles 545 to 547 of the existing Criminal Code, but these provisions have been found inadequate in addressing harmful supernatural practices and fail to provide a deterrent effect due to lenient penalties.

References

Harahap, S.H., M. Yahya. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP (pemeriksaan sidang pengadilan, banding, kasasi dan peninjauan kembali). Kedua. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

La Dee, Mustakim. Hukum Pembuktian Dalam Perkara Pidana. Royal Suite No. 6C, Jalan Sedap Malam IX, Sempakata Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan 20131: PT. Media Penerbit Indonesia, 2024.

Lamintang, P. A. F., dan Franciscus Theojunior Lamintang. Dasar-Dasar Hukum Pidana di Indonesia. Sinar Grafika, 2022.

Mulyadi, Lilik. Pembalikan Beban PembuktianTindak Pidana Korupsi. 2007 ed. Bandung, t.t.

Yanuar Chandra, Yasmon Putra, Tofik. Hukum Pidana. Jakarta: PT. Sangir Multi Usaha, 2022.

Scientific Journals and Articles

Al Buchori Ali, I Made Sepud, I Made Minggu Widyantara, Rachmad alif. “Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Santet.” Jurnal Preferensi Hukum 2 (2021). https://doi.org/10.22225/jph.2.3.3980.454-458.

Arthani, Ni Luh Gede Yogi. “Praktek Paranormal Dalam Kajian Hukum Pidana Di Indonesia.” Jurnal Advokasi 5 (2015).

I Putu Surya Wicaksana Putra, Ni Putu Rai Yuliartini, Dewa Gede Sudika Mangku. “Kebijakan Hukum Tentang Pengaturan Santet Dalam Hukum Pidana Indonesia.” e-Journal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha 3 (2020).

Jannah, Nor Eka Miftakhul, Ifahda Pratama Hapsari. “Kriminalisasi Pelaku Santet Menurut Hukum Positif Di Indonesia.” UNES Law Review 6 (26 September 2023). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.

Sanathawa Ishwara, Ade Sathya. “Reformasi Hukum Pidana: Suatu Kajian Yuridis Terhadap Pembuktian Tindak pidana Santet Dalam KUHP Baru.” Iblam Law Review 3 (19 September 2023). https://doi.org/10.52249.

Electronic Sources (Internet, Website, or E-Book)

Al Buchori Ali, I Made Sepud, I Made Minggu Widyantara, Rachmad alif. “Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Santet.” Jurnal Preferensi Hukum 2 (2021). https://doi.org/10.22225/jph.2.3.3980.454-458.

Arthani, Ni Luh Gede Yogi. “Praktek Paranormal Dalam Kajian Hukum Pidana Di Indonesia.” Jurnal Advokasi 5 (2015).

“Berkedok Dukun Bisa Sembuhkan Penyakit,Pria Ini Cabuli Pasien Berkali-kali,Kini Diringkus Polisi,” 1736483769. https://www.msn.com/id-id/kejahatan/umum/berkedok-dukun-bisa-sembuhkan-penyakit-pria-ini-cabuli-pasien-berkali-kali-kini-diringkus-polisi/ar-BB1rcAEC.

Harahap, S.H., M. Yahya. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP (pemeriksaan sidang pengadilan, banding, kasasi dan peninjauan kembali). Kedua. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

I Putu Surya Wicaksana Putra, Ni Putu Rai Yuliartini, Dewa Gede Sudika Mangku. “Kebijakan Hukum Tentang Pengaturan Santet Dalam Hukum Pidana Indonesia.” e-Journal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha 3 (2020).

Jannah, Nor Eka Miftakhul, Ifahda Pratama Hapsari. “Kriminalisasi Pelaku Santet Menurut Hukum Positif Di Indonesia.” UNES Law Review 6 (26 September 2023). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.

La Dee, Mustakim. Hukum Pembuktian Dalam Perkara Pidana. Royal Suite No. 6C, Jalan Sedap Malam IX, Sempakata Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan 20131: PT. Media Penerbit Indonesia, 2024.

Lamintang, P. A. F., dan Franciscus Theojunior Lamintang. Dasar-Dasar Hukum Pidana di Indonesia. Sinar Grafika, 2022.

Leonard Jinata, Richard. “Analisa Pembuktian Pada Tindak Pidana Pasal 252 Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Huum Pidana” 8 (mei 2020).

Liputan6.com. “Suanggi, Ilmu Hitam Paling Ditakuti di Tanah Papua.” liputan6.com, 7 Januari 2019. https://www.liputan6.com/regional/read/3863170/suanggi-ilmu-hitam-paling-ditakuti-di-tanah-papua.

Media, Kompas Cyber. “Sejarah Banyuwangi Sering Dijuluki Kota Santet Halaman all.” KOMPAS.com, 11 Desember 2021. https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/11/120000679/sejarah-banyuwangi-sering-dijuluki-kota-santet.

“Menyatakan Diri Dapat Melakukan Tindak Pidana Karena Memiliki Kekuatan Gaib (Dukun),” 2 Mei 2023. https://partisipasiku.bphn.go.id/diskusi/menyatakan-diri-dapat-melakukan-tindak-pidana-karena-memiliki-kekuatan-gaib-dukun.

Mile, Tiara. “Pemaknaan Kebijakan Perbuatan Santet Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023.” Medium (blog), 22 Mei 2023. https://medium.com/@tiaramile9/pemaknaan-kebijakan-perbuatan-santet-dalam-undang-undang-republik-indonesia-nomor-1-tahun-2023-177f476279e2.

Mulyadi, Lilik. Pembalikan Beban PembuktianTindak Pidana Korupsi. 2007 ed. Bandung, t.t.

Nitibaskara, Tb Ronny Rachman. “Membangun Supremasi Dan Kesadaran Hukum Dalam Rangka Ketahanan Nasional” 1, no. 2 (2023).

Purwanto, Muhammad Eko. “Peran Spiritualitas, Supranatural, Psikospiritual, Dalam Praktek Perdukunan Di IndonesiA.” Makalah Kelas. Diakses 3 Maret 2025. https://www.academia.edu/40106555/Peran_Spiritualitas_Supranatural_Psikospiritual_Dalam_Praktek_Perdukunan_Di_Indonesia.

Rizkinaswara, Leski. “Perubahan Kedua Atas UU ITE Wujudkan Kepastian Hukum Ruang Digital.” Ditjen Aptika (blog), 5 Desember 2023. https://aptika.kominfo.go.id/2023/12/perubahan-kedua-atas-uu-ite-wujudkan-kepastian-hukum-ruang-digital/.

Si, Ulfa Asriani. “Pembuktian Pada Tindak Pidana Santet Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (Studi Kasus Putusan Nomor : 25/Pid.B/2021/PN Tgl),” 2023.

Surabaya, TIMES. “Pelaku Mutilasi di Malang Ngaku Belajar Ilmu Pelet Sejak 2003, Puluhan Kali Berhasil.” TIMES Surabaya. Diakses 3 Maret 2025. https://surabaya.times.co.id/news/berita/2dqsfknnhp/Pelaku-Mutilasi-di-Malang-Ngaku-Belajar-Ilmu-Pelet-Sejak-2003-Puluhan-Kali-Berhasil.

Sutiyoso, Bambang. Metode Penemuan Hukum Upaya Menemukan Hukum Yang Pasti dan Berkeadilan. Yogyakarta: UII Pers, 2006.

“Tipu Muslihat Dukun Pengganda Uang di Sukabumi, Ini Fakta-faktanya.” Diakses 3 Maret 2025. https://www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-7544961/tipu-muslihat-dukun-pengganda-uang-di-sukabumi-ini-fakta-faktanya.

Yanuar Chandra, Yasmon Putra, Tofik. Hukum Pidana. Jakarta: PT. Sangir Multi Usaha, 2022.

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

Cahyani, M. ., Wicaksana, F. A. ., Rachmawati, A. ., Kanggas, F. Z. H. ., & Rahman , A. H. (2025). THE RENEWAL OF THE EVIDENTIARY PROCESS FOR THE CRIMINAL ACT OF SUPERNATURAL PRACTICES : Analysis Article 252 of Law Number 1 of 2023 Concerning The Criminal Code. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, 8(3), 719–732. https://doi.org/10.21111/jicl.v8i3.14534

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>