ITSBAT NIKAH PADA PERNIKAHAN SIRRI DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM MENURUT MAQASID AS-SYARI’AH

Nur khamidiyah, Hertina Hertina

Abstract

Abstrak
Perkawinan yang sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya
masing-masing, serta tiap perkawinan harus dicatat sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku (UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 2). Pernikahan
sirri merupakan perbuatan melanggar hukum atas diwajibkannanya pencatatan. KHI
memberikan peluang dibolehkannya mengajukan itsbat nikah ke Pengadilan Agama dengan
syarat yang telah dijelaskan pada Pasal 7 ayat (3) KHI. Pembahasan itsbat pernikahan sirri
akan lebih terlihat dengan jelas bentuk maslahah atau mafsadah melalui bentuk Maqosid
Al-Syari’ah yaitu dari bentuk dhoruriyatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tujuan
hukum dilarangnya pernikahan sirri, mengetahui faktor pendorong itsbat nikah di Pengadilan
Agama, dan analisis maqasid as-syari’ah terhadap itsbat nikah pada pernikahan sirri. Penelitian
ini menggunakan riset kepustakaan ( library reseach), dan menggunakan pendekatan kualitatif.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang merupakan jenis penelitian hukum
yang menganalisa dan mengkaji bekerjanya hukum di dalam masyarakat. Adapun hasil
penelitian adalah memberikan gambaran kepada masyarakat tentang dampak hukum dari
pernikahan sirri akan merugikan istri, anak, dan pembagian harta warisan serta status sosial
tidak terjamin. Pasal 7 ayat (3) KHI menjelaskan batasan dibolehkannya permohonan itsbat
nikah di Pengadilan Agama. Itsbat pernikahan nikah sirri merupakan kebutuhan yang sangat
penting (dhoruriyat), dengan tetap melihat pada keabsahan pernikahan.
Kata kunci: Itsbat Nikah, Pernikahan Sirri, dan Maqosid Al-Syari’ah

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF - 35 times

References

Aditya, Zaka Firma. April 2019. “Romantisme Sistem Hukum Di Indonesia : Kajian

Atas Konstribusi Hukum Adat Dan Hukum Islam Terhadap Pembangunan

Hukum Di Indonesia”. Jurnal Rechts Vinding. Volume 08-01.

Ainani, Ahmad. Juli – Desember 2010. “Itsbat Nikah Dalam Hukum Perkawinan

Di Indonesia”. Jurnal Darussalam. Volume 10-02.

Affandi, Ali. 1986. “Hukum Waris, Hukum Keluarga dan Hukum Pembuktian Menurut

Undang- Undang Hukum Perdata”. Jakarta : Bina Aksara.

Amin, Moh. Juni 2015. “Dualisme Hukum Nikah Sirri Di Indonesia Dalam Perspektif

Fiqih Indonesia”. Analisis: Jurnal Studi Keislaman. Volume 15-01.

Arif, Anggraeni. Desember 2015. “Perkawinan Tanpa Akta Nikah Menurut Uu No.

I Tahun 1974 Dan Hukum Islam”. Jurisprudentie. Volume 02-02.

Atabik, Ahmad, Khoridatul Mudhiiah. Desember 2014. “Pernikahan dan

Hikmahnya Prespektif Hukum Islam”. Yudisia. Volume 05-02.

Djalaludin, Mawardi Muhammad. Desember 2015. “Pemikiran Abu Ishaq AlAsytibi Dalam Kitab Al-Muwafaqat”. Al-Daulah. Volume 04-02.

Djohan, Meita Oe. Juli 2013. “Isbat Nikah dalam Hukum Islam dan PerundangUndangan di Indonesia”. Pranata Hukum. Volume 08-02.

Djubaidah, Neng. 2010. “Pencatatan Perkawinan dan Perkawinan tidak dicatatkan,

menurut Hukum tertulis di Indonesia dan Hukum Islam”. Jakarta : Sinar Grafka.

Hermawati, Nety. Juni 2015. “Respon Terhadap Hukum Perkawinan di Indonesia”.

Al-Mizan. Volume 11-01.

Marwin. Juli 2014. “Pencatatan Perkawinan Dan Syarat Sah Perkawinan Dalam Tatanan

Konstitusi”. ASAS. Volume 06-02..

Ma’sum, Endang Ali. Juli 2013. “Pernikahan Yang Tidak Dicatatkan Dan

Problematikanya”. Musawa. Volume 12-02.

Masruhan. November 2013. “Pembaruan Hukum Pencatatan Perkawinan Di Indonesia

Perspektif Maqasid Al-Shari’Ah”. Al-Tahrir. Vol. 13-02.

Mutakin, Ali. Agustus 2017. “Teori Maqashid Al Syari’ah Dan Hubungannya Dengan

Metode Istinbath Hukum”. Kanun Jurnal Ilmu Hukum. Volume 19-03. pp.

-570.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.