PENCEMARAN LINGKUNGAN DALAM FIQIH ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Ruqoyyah Habibaturrahim, Wahyudi Bakrie

Abstract

Abstrak
Pencemaran merupakan masalah lingkungan yang dihadapi oleh seluruh Negara.
Peningkatan jumlah industry serta aktiftasnya yang kurang memperhatikan standar
pelaksanaan dan pengaruh pada lingkungan yang akan ditimbulkan memberikan
dampak buruk yang besar. Hukum Islam telah melarang melakukan kerusakan demi
terjaga dan terjaminnya kehidupan setiap manusia. Begitu pula di Indonesia, secara
tegas telah mengatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintahan No. 41 Tahun 1999
tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui tentang bagaimana pencemaran lingkungan dalam Fiqih Islam dan UndangUndang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
serta bagaimana persamaan dan perbedaan antara pencemaran lingkungan dalam Fiqih
Islam dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan untuk menganalisis data penulis
menggunakan metode penelitian komparatif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa
Fiqih Islam memandang pencemaran lingkungan sebagai suatu kerusakan dan merugikan
orang lain, yang hukumnya haram dan dapat dikenakan hukuman ta’zir bahkan qotl jika
menyebabkan kematian orang lain. Sedangkan menurut Undang-Undang No. 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pencemaran lingkungan
adalah masuk atau dimasukkanya komponen ke udara yang menyebabkan udara tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perbuatan ini dilarang oleh pemerintah dan
dikenakan hukuman tergantung jenis dan berat pelanggarannya.
Kata Kunci: Hukum Islam, Linkungan Hidup, Undang-Undang


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 24 times
PDF - 22 times

References

Arfa, Faisar Ananda. 2010. Metodologi Penelitian Hukum Islam. Bandung: Citapustaka

Media Perintis.

As-Syirazy, 476 H. Abu Ishaq Ibrahim bin ‘Ali bin Yusuf. Muhazzab Fi Fiqhi Islam

Syaf’i Lissyirazi. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah.

Bin Hamzah, Musthafa. 2016. al Islam wa Bi’ah. Cet. 1. Ribath: Matba’ah al

Amaniyah.

Bukhari. 1999. Jamiul ‘Ulum wa Hukmi Fi Syarhi Jismayni Hadisan Min Jawami’il

Kalam. Cet. 2. Damaskus: Dar Ibnu Jauzy.

C.S.T. Kansil. 1986. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Cet. 7.

Jakarta: Balai Pustaka.

Djajadiningrat, Sunar T, et al. 1991. Penilaian Secara Cepat Pencemaran Air, Tanah,

dan Udara. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Fardiaz, Srikandi. 1992. Polusi air dan Udara. Yogyakarta: Kanisius.

Hermawan, Teguh. 2018. Tinjauan Fiqh Siyasah Terhadap Upaya Pemerintah Daerah

Dalam Pengembalian Pencemaran Udara. Skripsi. Lampung: Fakultas Syariah,

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan.

Heru Kustanto, Rina Oktaviani, Bonar M. Sinaga, dan Muhammad Firdaus. 2012.

Reindustrialisasi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Makro Serta Kinerja Sektor

Industri di Indonesia. Jurnal Riset Industri Vol. 6 No. 1.

Hilmy, Musthafa. Tarjamatu Abdul ‘Azim Ali Nazriyatu Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah

Fi Siyasah wa Ijtima’. Kairo: Dar Anshor.

https://public.wmo.int/ (Diakses pada tanggal 31 Maret 2020 Pukul 22.30 WIB)

Kahf, Ashabul. Desember 2014. Kejahatan Lingkungan Hidup. Jurnal Al-Daulah

Vol. 3, No. 2.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.