Disintermediasi Industri Musik Melalui Konstruksi Pengguna Akhir Most Viral Project

MIchael Tristan, Teguh Priyo Sadono, Rustono Farady Marta

Abstract

 

Pembajakan hak karya orang lain sudah menjadi hal yang sangat serius di beberapa tahun ini semenjak teknologi semakin cepat berkembang, terlebih dalam pembajakan musik. Semakin mudah kita memperoleh musik yang free download karena selalu ada orang yang dengan sengaja menyebar luaskan karya orang lain dengan cuma-cuma dan tidak bertanggung jawab. Latar belakang yang mendasari penelitian ini adanya aplikasi yang menyediakan jasa untuk menanggulangi hal tersebut melalui aplikasi streaming musik dan download berbayar, dengan cara tersebut orang yang memiliki karya bisa mendaftarkan karyanya, kemudian pemilik karya pun bisa mendapat keuntungan atas hasil karyanya sendiri, hasil karyanya pun bisa didengar orang lain dan mendapat keuntungan ketika ada yang men-download-nya sehingga dapat mengurangi pembajakan. Hasil penelitian berupa wawancara dan FGD serta temuan lapangan lainya dikaji dalam teknik analisis resepsi Stuart Hall dan pemilahan hasil temuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bagaimana peluncuran musik online Most Viral Project di kalangan pengguna Smartphone Android dapat mengubah perilaku dan gaya hidup dalam mengkonsumsi musik. Namun penjualan utama dalam target MVP sendiri adalah sebuah bisnis yang berbentuk MLM. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Determinasi Teknologi Marshall Mcluhan. Hasil dari penelitian ini, aplikasi ini memiliki daya jual pada pasar MLM yang sempat meledak di pasar indonesia beberapa tahun lalu, dan kini dikembangkan kembali dan memiliki pusat di Indonesia sendiri. Selain itu aplikasi berguna sebagai peubah pengantara penjualan dari produsen langsung ke pengguna akhir.

 

 

Abstract

 

Piracy of the rights of other people's work has become a very serious thing lately since technology is growing rapidly, especially in music piracy. The easier we get music that is free download because there are always people who deliberately spread the work of others for free and irresponsible. The background that underlies this research is an application that provides services to overcome this through music streaming applications and paid downloads, in this way the person who has the work can register his work, then the owner of the work can benefit from his own work, his work can heard by others and get benefits when someone downloads it so it can reduce piracy. The results of the study in the form of interviews and FGDs and other field findings were examined in the analysis techniques of Stuart Hall reception and sorting out the finding. The results of this study show how the launch of the Most Viral Project online music among Android Smartphone users can change behavior and lifestyle in consuming music. But the main sales in the MVP target itself is a business in the form of MLM. The method in this study uses qualitative research methods using Marshall Mcluhan's Determination Technology theory. The results of this study, this application has the selling power of the MLM market which had exploded in the Indonesian market a few years ago, and is now being developed again and has a center in Indonesia itself. Besides that, the application is useful as an intermediary variable for sales from producers directly to end users.

 

Keywords

Mobile Application, Android, MLM

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 4 times
PDF - 3 times

References

Ardini, N. W. (2015). Industrialisasi Musik Pop Bali: Ideologi, Kepentingan dan Praktiknya. Jurnal Segara Widya, 03(01), 366–375. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/172

Ashaf, A. F. (2006). Sikap Politik Pemerintah dalam Pewacanaan Musik Populer Tahun 80-an dan 90-an. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik2, 09(03), 337–353. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11028/8269

Bangun, J. (2005). Industri Rekaman: Masa Depan Kultur Musik Indonesia. Jurnal Etnomusikologi, 01(01), 91–106. Retrieved from https://www.etnomusikologiusu.com/uploads/1/8/0/0/1800340/jabatinmasadepanmusindo.pdf

Fathurizki, A., & Malau, R. M. U. (2018). Pornografi dalam Film: Analisis Resepsi Film “Men, Women, & Children.” Jurnal Pro TV, 02(01). Retrieved from https://jurnal.unpad.ac.id/protvf/article/download/11347/9075

Hidayat, D. N. (2003). Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik. Jakarta: Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.

Hirzi, A. T. (2007). Mengomunikasikan Musik kepada Anak. Jurnal Mediator, 08(01). Retrieved from https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/1248

Kripendorff, K. (1993). Analisis Isi Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: Kanisius.

Kusumawardhani, A. (2014). Membangun Musik Indonesia melalui Budaya Berbagi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(02), 121–134. Retrieved from https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/article/view/413

Maulana, I., & Alamsyah, A. (2014). Rekomendasi Model Bisnis Industri Musik Pop dan Rock di Indonesia Berdasarkan Model Business Canvas. Jurnal Manajemen Indonesia, 14(02). Retrieved from https://journals.telkomuniversity.ac.id/ijm/article/view/359

Patton, M. Q. (1978). Utilization-Focused Evaluation. London: Sage Publications.

Stafford, S. A. (2010). Music in the Digital Age: The Emergence of Digital Music and Its Repercussions on The Music Industry. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communication, 01(02), 112–120. Retrieved from www.elon.edu/docs/e-web/.../09staffordejfall10.pdf

Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media terhadap Seni Budaya Indonesia. Jurnal Rekam, 12(01), 31–42. Retrieved from https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/viewFile/1175/728

Wicaksono, A. P., & Urumsah, D. (2017). Perilaku Pembajakan Produk Digital: Cerita dari Mahasiswa di Yogyakarta. Jurnal Aplikasi Bisnis, 17(01), 22–42. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JABIS/article/view/8249/7086

Refbacks

  • There are currently no refbacks.