KONSTRUKSI PARTAI GOLKAR DALAM KASUS GUBERNUR PEREMPUAN PERTAMA DI INDONESIA MENURUT 2 MEDIA ONLINE

Muhammad Asnan, Eko Budi Siswandoyo

Abstract

Abstrak

 

Dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Lebak dan korupsi pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten yang mendera Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia menjadi peristiwa yang cukup menarik. Aspek menariknya terletak pada aktor yang terlibat di dalamnya yakni Ratu Atut Chosyiah, Gubernur Provinsi Banten periode 2012 -2017. Selain dikenal sebagai pejabat pemerintah, Atut adalah seorang politisi sebuah partai politik (Partai Golkar) Bagi media massa, peristiwa politik semacam ini merupakan bahan liputan yang menarik karena bernilai berita tinggi. Dalam konteks konstruksi realitas oleh media, masing-masing media memiliki pertimbangan dan makna yang dirujukkan kepada kebijakan redaksi media besangkutan.  Pada akhirnya, satu peristiwa yang sama dimaknai secara berbeda-beda oleh media. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana metrotvnews.com dan viva.co.id mengonstruksi berita Partai Golkar dalam kasus Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia. Untuk keperluan analisis digunakan analisis framing Pan dan Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris dengan unit analisis berupa teks berita. Hasilnya, konstruksi berita Partai Golkar dalam  kasus Gubernur Perempuan Pertama di Indonesia oleh Metrotvnews.com cenderung bersifat negatif. Sedangkan Viva.co.id, walaupun berupaya membingkai Partai Golkar ke arah lebih netral, namun dalam beberapa hal tercium aroma keberpihakan media


Abstract

 

Alleged bribery in the handling of dispute over Lebak Regional Election and the corruption in the procurement of medical devices in Banten Province that had plagued the First Female Governor in Indonesia became a quite interesting event. The interesting aspect lied in the involved  actor  in the case, namely Ratu Atut Chosyiah, Governor of Banten Province for the period 2012-2017. Besides being known as a government official, Atut was a politician of a political party (Golkar Party). For mass media, this kind of political event is an interesting material for coverage because it had high news value. In the context of the reality construction presented by the media, each media turned out to have considerations and meanings referring to the editors’ policies of the media. In the end, the same event was differently interpreted by the media Using the qualitative approach with descriptive type, this study aimed to describe how metrotvnews.com and viva.co.id  had constructed the Golkar Party news in the case of the First Female Governor in Indonesia. For the purpose of analysis, the framing analysis of Pan and Kosicki was used, which included syntactic, script, thematic and rhetorical structures with analysis unit in the form of news texts. As a result, the construction of the Golkar Party's news in the case of the First Governor of Women in Indonesia by Metrotvnews.com tended to be negative. While Viva.co.id, although trying to frame the Golkar Party in a more neutral direction behind these efforts, there was a smell of media alignments

Keywords

Golkar, gubernur perempuan, media online, framing, Golkar, Female governor, Online media, Framing.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 20 times
PDF - 26 times

References

Bungin, Burhan. 2001.Metodelogi PenelitianSosial. Surabaya: Universitas Erlangga

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Idiologi, dan Politik Media. Cet. I. Yogyakarta: Penerbit LKiS

Eriyanto, 2009. Analisis Framing. Konstruksi. Idiologis dan Politik Media. Cet. IV. Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang.

DeFleur, Melvin and Sandra Ball-Roceach, Sandra. 1989. Theories of Mass Communication, (5Edition). New York: Logman

Hamad, Ibnu. 2004. Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa. Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-Berita Politik. Jakarta: Ganit.

Kriyantono, Rahmad. 2012. Teknik Praktis. Riset Komunikasi Disertai Contoh Praktis Riset Media. Public Ralations. Advertising. Komunikasi. Organisasi Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Siebert, Fred S. et al. 1986. Empat Teori Pers (terj.Putu Laxman Senjaya Pendit. Jakarta: PT Intermamasa

Tamaka, Glendy Indra, Susanto, Eko Harry. 2013. Pencitraan Aburizal Bakrie Melalui Televisi. Jurnal Kajian Komunikasi, 1 (1). Hlm. 32-50.

Triyono, Agus. 2016. Konstruksi Pembakaran Tempat Ibadah Di Tolikara Tahun 2015 Pada Majalah Tempo Edisi Juli 27-2 Agustus 2015. Prosiding Seminar Nasional Dan Pembentukan Karakter. Universitas Gontor. Hlm. 168-185

Wulandari, Theresia D. 2016. Pemerintahan Jokowi Kala menurut Kacamata 5 Media Massa di Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 3 (1). Hlm. 88-103

Internet

ARB : Jangan Hukum Orang yang Belum Divonis Salah. (2013, 21 Desember). viva.co.id

Astari, Verena Patricia Wuri dan Antonius, Birowo Mario. 2014. Pemberitaan Penetapan Ratu Atut Chosyiah Sebagai Tersangka KOrupsi (Analsis Framing Pemberitaan Penentapan Gubernur Ratu Atut Chosyiah, Sebagai Tersangka Korupsi pada VIVAnews dan Tempo.co Periode 17-18 Desember 2013. Tersedia di http://e-journal.uajy.ac.id/6536/1/jurnal.pdf

Atut Ditahan, Golkar: Kami Hargai Putusan KPK. (2013, 20 Desember). viva.co.id

Atut Ditahan KPK: Ical, Aduh Sedih Betul. .( 2013, 20 Desember). metrotvnews.com

Atut- Rano Didukung 11 Parpol Di DPRD. (2011, 14 Juli) Tersedia dari https://nasional.kompas.com/read/2011/07/14/15113482/Atut-Rano.Didukung.11.Parpol.di.DPRD

Atut Langsung Ditahan Di Jumat Keramat. (2013, 18 Desember) Tersedia dari https://www.merdeka.com/peristiwa/atut-langsung-ditahan-di-jumat-keramat.html.

Golkar Gamang Ambil Sikap Soal Atut. .( 2013, 21 Desember). metrotvnews.com

Kebodohan. Tersedia dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kebodohan

Ratu Atut Dinyatakan Tersangka Korupsi. (2013, 17 Desember). Tersedia dari https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2013/12/131216_ratuatuttsk.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.