Hubungan IMT, lingkar pinggang, konsumsi lemak dengan kadar LDL pasien penyakit jantung di RSUD Sukoharjo

Tria Ayu Yoga Kristanti, Rusjiyanto Rusjiyanto, Andi Kurniawan

Abstract

Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu penyebab nomer satu terjadinya kematian setiap tahunnya. Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang yang berlebih dapat menunjukan meningkatnya kadar kolestrol LDL yang disebabkan oleh adinopektin yang rendah. Lingkar pinggang merupakan komponen sindrom metabolik. Asupan lemak berlebih menyebabkan akumulasi lemak di jaringan adipose abdominal sehingga menambah ukuran lingkar pinggang. Penelitian  ini bertujuan mengetahui hubungan IMT, lingkar pinggang dan konsumsi lemak dengan kadar LDL pada pasien penyakit jantung di poli jantung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional, jumlah subjek 30 orang, yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Data IMT diperoleh dari hasil pengukuran BB dan TB, data lingkar pingang diperoleh dari hasil pengukuran lingkar pinggang dan konsumsi lemak didapatkan dari hasil Semi Quantitative Food Frequency Questionaire. Rata-rata responden memiliki nilai IMT sebesar 24,79; lingkar pinggang responden sebesar 112,75 cm; konsumsi lemak responden sebesar 119,08%; dan kadar LDL responden sebesar 118,99 mg/dl. Hasil analisis IMT dengan kadar LDL (p= 0,008); lingkar pinggang dengan kadar LDL (p= 0,111) dan konsumsi lemak dengan kadar LDL (p= 0,260). Terdapat hubungan antara IMT dengan kadar LDL, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang, konsumsi lemak dengan kadar LDL pada pasien penyakit jantung RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 50 times
PDF - 34 times

References

  1. Affanti, K.A.N. 2015. Hubungan Indeks massa Tubuh dan Asupan Asam Lemak Jenuh dengan Serum Rasio LDL/HDL Lansia. Skripsi. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
  2. Andhiyani, C. 2013. Hubungan Usia dan Konsumsi Makanan Berlemak dengan Kolesterol Total pada Lansia di Kelurahan Serengan Surakarta. Program Diploma Akademi Analisis Kesehatan Nasional Surakarta. Surakarta.
  3. Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Panduan untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: Direktort Jendral Bina Kesehatan Masyarakat.
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. 2014. Penyakit Jantung dan pembuluh Darah. Buku Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Solo: Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. pp 16.
  5. Djohan, TB. 2004. Penyakit Jantung Koroner dan Hipertensi. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Medan.
  6. Ekowatiningsih, Dyah dan Arifuddin. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Gaya Hidup dengan Upaya Pencegahan Stroke pada Penderita Hipertensi di Ruang Rawat Jalan RSU. Haji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosisi Volume 5 Nomor 6 Tahun 2014. Makassar.
  7. Eliza. 2016. Hubungan Antara Usia, Gaya Hidup, Lingkar Pinggang dan Asupan Zat Gizi dengan Profil Lipid dan Kadar Selenium Darah pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Pusri Medika Palembang. Tesis. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  8. Hidayati, D.R. 2017. Hubungan Asupan Lemak dengna Kadar Trigliserida dan Indeks Massa Tubuh Akademika UNY. Jurnal Prodi Biologi. 6(1): 25-33.
  9. Inayati, R. 2017. Penatalaksanaan Diet Penyakit Jantung. In: Hardinsyah dan Supariasa (Ed.). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. EGC. Jakarta.
  10. Jalal, F., dkk. 2006. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kadar Gula Darah, Trigliserida dan Tekanan Darah pada Etnis Minang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sumatra Barat.
  11. Karyadi, E. 2006. Hidup Bersama Penyakit Hipertensi, Asam Urat, Penyakit Jantung Koroner. Intisari. Jakarta Kemenkes RI, 2014. Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta: Infodatin Kementrian Kesehatan RI. pp 1-8.
  12. Kusmana, D. 2006. Olahraga Untuk Orang Sehat dan Penderita Penyakit Jantung Trias SOK dan Senam 10 Menit. FK UI. Jakarta.
  13. Lands RE, William EM. 2005. Dietary fat and health: The evidence and the politics of prevention: Careful use of dietary fats can improve life and prevent disease. 1055:179–192
  14. Lee RD, Nieman DC. 2010. Nutritional Assessment. 5th ed. McGraw-Hill, Boston (US). Lemieux I, Pascot A, Couillard C, 2000. Hypertriglyceridemic waist: a marker of atherogenic metabolic triad (hyperapoliprotein B, small dense LDL) in men?. Circulation: 102: 179-84.
  15. Lubis, G dan Oyong, N. 2006. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Faktor Risiko Kardiovaskular pada Anak Obesitas Usia Sekolah Dasar. Sari Pediatri. 8(2): 147-153.
  16. Ming Du, S., Guan Sheng MA., Yan-Ping LI., Hong Yun Fang.’ Xiai-Qi HU., Xiao-Guang Yang And Yong-Hua HU. 2010. Relationship of Body Mass Index, Waist Circumference and Cardiovascular Risk Factors in Chinese Adult. Biomedical and Enviromental Sciences. 23 : 92-101.
  17. Okada, R., Yasuda, Y., Tsushita, K., Wakai, K., Hamajima, dan N., Matsuo, S. 2015. Upper Normal Waist Circumference Is A Risk Marker for Metabolic Syndrome In Normal Weight Subjects. Nutrition, Metabolism & Cardoivascular Diseasse. XX: 1-10.
  18. Prasetya, M., Oenzil, F dan Karani, Y. 2015. Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Low Density Lipoprotein pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 4(3) : 737-742.
  19. Rasdini, IGA. 2016. Hubungan Lingkar Pinggang Dengan Kadar Kolesterol LDL Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Ruang ICCU RSUP Sanglah Denpasar.Jurnal Kesehatan. 7(1) Riskesdas. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian KesehatanRI Tahun 2013.
  20. Seidell, JC., Perusse, L., Despres, JP., Bouchard, C. 2001. Waist And Hip Circumference Have Independent And Opposite Effects On Cardiovascular Disease Risk Factors. Am J Clin Nutr.
  21. Soeharto,I. 2004. Lemak dan Kolesterol Edisi Kedua. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas.
  22. Song, X., P. Jousilahti, C.D.A. Stehouwer. 2015. Cardiovascular and all-cause mortality in relation to various anthropometric measures of obesity in Europeans. Journal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases. 25: 295-304.
  23. Sonmez, K., Akcakoyun, M., Akcay, A., Demir, D., Duran NE, Gencbay, M., Degertekin, M., Turan, F. 2003. Which Method Should be used to determinate the obesity, in patients with coronary artery disease? (body mass index, waist circumference or waist-hip ratio). Int J Obes Relat Metab Disord. 27 : 341-346.
  24. Siti, M., dkk. 2006. Asuhan Keperawatan Pada Lansia. Jakarta. Trans Info Medika. Sugondo, 2007. Obesitas. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata KM, Setiati S, editor (penyunting). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi ke-4. Jakarta : Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
  25. Yuliani, F., Oenzil F., Iryani, D. 2014. HubunganBerbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Andalas. 3(1) : 37-40.
  26. Yulni, Veni H., Devintha, V. 2013. Hubungan Asupan Zat Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Diwilayah Pesisir Kota Makassar. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasabuddin.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.