PENGEMBANGAN MODEL METODE HIRADC DALAM ANALISIS RISIKO BEKERJA DI KETINGGIAN PADA PROYEK KONSTRUKSI PT. X DI JABODETABEK

David Irianto, Iman Basriman, Tatan Sukwika

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu bidang dengan risiko kecelakaan kerja tinggi, salah satu yang menjadi sumber kecelakaan yaitu bekerja di ketinggian dengan dampak risiko besar. Dari adanya penyebab tersebut maka perlu adanya pengembangan pada model manajemen risiko terkait Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) terhadap risiko bekerja di ketinggian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan secara kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi lapangan dan kuesioner ke karyawan dan pekerja, dengan jumlah responden 86 orang yang tersebar di 5 proyek konstruksi PT. X di area Jabodetabek. Analisis data menggunakan metode Struktural Equation Modeling (SEM) – Partial Least Square (PLS), dengan software SmartPLS 3.2.9. Analisis path coefficient menunjukkan bahwa variabel identifikasi risiko memiliki dampak positif serta berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian (0,444, T-statistik = 5.161, > T-tabel 1.96) dan variabel pengendalian risiko berdampak negatif serta berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian (-0.454, T-statistik = 4.307, > T-tabel 1.96). Tetapi variabel analisa risiko dan pengembangan berkelanjutan tidak terlalu berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian. Simpulan penelitian ini adalah risiko bekerja di ketinggian dipengaruhi oleh identifikasi risiko dan pengendalian risiko.

 

Kata Kunci: HIRADC, metode SEM, proyek konstruksi, risiko, smartpls

Full Text:

PDF (Indonesian)

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Indonesian) - 0 times

References

1. Ramdan IM, Handoko HN. Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Konstruksi Informal Di Kelurahan “X” Kota Samarinda. Media Kesehat Masy Indones [Internet]. 2016;12(1):1–6. Available from: http://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/546

2. Agustian R, Wahyuni I. Kajian Pustaka : Faktor Penyebab Dasar Pada Terjadinya Kecelakaan Kerja Sektor Konstruksi. 2020;10(4):111–7.

3. Pertiwi H. Implementasi Manajemen Risiko Berdasarkan PMBOK Untuk Mencegah Keterlambatan Proyek Area Jawa Timur (Studi Kasus: PT. Telkom). J Stud Manaj dan Bisnis. 2017;4(2):96–108.

4. Ihsan T, Hamidi SA, Putri FA. Penilaian Risiko dengan Metode HIRADC Pada Pekerjaan Konstruksi Gedung Kebudayaan Sumatera Barat. J Civronlit Unbari. 2020;5(2):67.

5. SAPUTRO T, LOMBARDO D. Assessment and Determining Control Risk Control Method Using Hazard Identification , Risk. J Baut Dan Manufaktur. 2021;03(1):23–9.

6. Zainal I, Vokasi F, Balikpapan U. Analisis Tingkat Bahaya Bekerja Di Ketinggian Di Area. 2019;5(2):104–11.

7. Sulistyadi K, Ramli S, Uddin S. Factors Influencing MCI Preparedness of Paramedic in XYZ Industrial City. ADI J Recent Innov. 2021;2(2):223–31.

8. Irkas AUD, Fitri AM, Purbasari AAD, Pristya TYR. Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Mebel. J Kesehat. 2020;11(3):363.

9. Trianto WM. Bekerja di Ketinggian pada Pekerjaan Konstruksi – Peraturan dan Tindakan Pencegahan. Maj Ilm Swara Patra. 2020;10(1):39–50.

10. Hedaputri DS, Indradi R, Illahika AP. Kajian Literatur: Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Kejadian Kecelakaan Kerja. CoMPHI J Community Med Public Heal Indones J. 2021;2(1):185–93.

11. Nurhijrah N. Pencegahan Resiko Kecelakaan Jatuh Dari Ketinggian Pada Pekerjaan Industri Konstruksi Di Indonesia. PENA Tek J Ilm Ilmu-Ilmu Tek. 2018;3(1):85.

12. Awanda AT, Setyawan H. Korelasi Pengetahuan Tentang Kecelakaan Kerja Terhadap Perilaku Kerja Aman Pada Tenaga Kerja Produksi Kertas Kudus. J Ind Hyg Occup Heal. 2020;5(1):25.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.