Tinjauan Filosofis Pengembangan Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam

Authors

  • Syarifah Ismail Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor

DOI:

https://doi.org/10.21111/at-tadib.v8i2.510

Keywords:

itrah, fatalis-pasif, netral-pasif, positif-aktif, dualis-aktif, pendidikan Islam.

Abstract

Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Halini berarti, manusia dilahirkan dalam keadaan sama-sama lemah meskipunmenyimpan potensi besar. Namun bukan berarti manusia, ketika dilahirkan,bagaikan kertas putih atau kosong seperti yang dikatakan John Lock atautak berdaya seperti pandangan Jabariyah. Hal ini karena manusia memilikipotensi yang berupa kecenderungan-kecenderungan tertentu yangmenyangkut daya nalar, mental, maupun psikisnya yang berbeda-bedajenis dan tingkatannya. Pemahaman para ahli pendidikan Islam terhadaphakikat fitrah membawa implikasi lahirnya teori fitrah dalam pendidikan.Dalam konteks pendidikan, teori tersebut menjadi pijakan dalammengembangan fitrah manusia. Dalam hal ini, proses pendidikan menjadipenting untuk ditingkatkan kualitasnya karena ia merupakan salah satusarana yang dapat menumbuhkankembangkan potensi-potensi yang adadalam diri manusia sesuai dengan fitrah penciptaannya. Makalah inimembahas tinjauan filosofis fitrah manusia tersebut dalam kontekspendidikan Islam.

Downloads

Published

2013-12-14

How to Cite

Ismail, S. (2013). Tinjauan Filosofis Pengembangan Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam. At-Ta’dib, 8(2). https://doi.org/10.21111/at-tadib.v8i2.510