STRATEGI KOMUNIKASI PENGURUS ASRAMA GBS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ADAPTASI SANTRI BARU SECARA ISLAMI
DOI:
https://doi.org/10.21111/sjic.v2i1.3198Kata Kunci:
Kata kunci, Strategi Komunikasi, Pengurus Asrama GBS, Adaptasi, Santri Baru.Abstrak
ABSTRAK Sebagai santri yang baru masuk pondok pesantren dibutuhkan kemampuan adaptasi terhadap kebiasaan dan peraturan-peraturan yang ada di dalam Pondok Modern Darussalam Gontor. Kemampuan adaptasi santri baru gedung baru Sighor (GBS) relatif rendah yang ditunjukkan oleh data banyaknya santri baru yang keluar karena kurang mampu berdaptasi. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dijalankan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi santri GBS termasuk kendala apa saja yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menganalisa data yang sebelumnya didapat dari proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya adalah reduksi data dari hasil wawancara yang dilakukan, penyajian data yang telah tersusun dan penarikan kesimpulan yang bergantung pada temuan-temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pengurus asrama GBS dilakukan dengan menggunakan empat teknik komunikasi yaitu teknik komunikasi informatif, teknik komunikasi persuasif, teknik komunikasi instruktif dan teknik komunikasi hubungan manusiawi. Beberapa kendala yang dihadapi adalah kurang efektifnya penempelan pengumuman di majalah dinding, adanya peremehan disiplin yang disebabkan kelalaian pengurus asrama dan peneguran secara langsung pada santri terjadi dalam waktu yang terlalu singkat. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada kajian ilmu komunikasi yang berfokus pada strategi komunikasi pendidikan pesantren.
##submission.downloads##
Diterbitkan
2019-07-07
Terbitan
Bagian
Articles