Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hidrasi dengan total asupan cairan pada remaja putri

Erma Srisofiarani Sudarsono, Susi Nurohmi, Amilia Yuni Damayanti, Dianti Desita Sari

Abstract

Latar belakang: Dehidrasi adalah kondisi dimana pengeluaran cairan lebih tinggi dari pada asupan cairan kedalam tubuh. The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) telah menyatakan bahwa banyak dari remaja yang mengalami dehidrasi ringan dengan persentase yang tinggi yaitu 49,5%. Banyak dari manusia hanya minum ketika mereka mereka merasa kehausan, sedangkan rasa haus itu adalah tanda dari dehidrasi ringan. Salah satu faktor yang mempengaruhi total asupan cairan adalah pengetahuan tentang hidrasi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang hidrasi dengan total asupan cairan pada remaja putri. Metode:penelitian ini adalah study observasional menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini menggunakan kuesioner untuk pengukur pengetahuan, 24-h food recorddan 24-h fluid recorduntuk menentukan total asupan cairan, diuji menggunakan Uji Chi-square. Hasil:Rata-rata dari total asupan cairan adalah 1971,06 ml per hari, remaja putri yang berisiko mengalami dehidrasi sebanyak 56% dan rata-rata pengetahuan hidrasi adalah 61,32% dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang hidrasi dengan total asupan cairan pada remaja putri dengan p value0,000 < α 0,05. Kesimpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang hidrasi dengan total asupan cairan pada remaja putri.

Keywords

pengetahuan hidrasi, remaja putri, total asupan cairan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 61 times
PDF - 35 times

References

  1. Hardinsyah, Sriardiningsih, Razaktaha, Briawan. D., Effendi. Y., Aries. M., Lestari. K., Nindya. T., Hindri. N., dan Fatimah. S. 2010. Kebiasaan Minum dan Status Hidrasi pada Remaja dan Dewasa di Dua Wilayah Ekologi Berbeda. Tim THIRST (The Indonesian Regional Hydration Study). FEMA IPB. FKM UNAIR dan FKM UNHAS
  2. Popkin. B., D’Anci. K., and Rosenberg. I. 2010. Water, Hydration and Heatlh. Nutr Vol 68 : Hal 439-458
  3. Jequier. E., dan Constant. F., 2010. Water as an Essential Nutrient : The Physiological Basis of Hydration. Eur J Clin Nutr Vol 64 Hal 115-123
  4. Gandy. J. 2015. Water Intake : Validity of Population Assessment and Recommendations. Eur J Nutr. Vol 54 No 2 Hal 11-16
  5. Ernovitania. Y., dan Sumarmi, S. 2017. Hubungan Antara Pengeluaran Untuk Minum dan Pola Konsumsi Air dengan Status Hidrasi pada Siswi SMP Unggulan Bina Insani Surabaya. Thesis. Surabaya : Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga
  6. Notoatmodjo. S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta Hati.
  7. K., and Permadhi. I. 2013. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mengenai Asupan Cairan Harian dan Faktor-Faktor yang Berhubungan pada Anak Sekolah Dasar di Pejaten Barat Jakarta Tahun 2012. Undergraduate Thesis. Universitas Indonesia.
  8. Hamida. K., Zulaekah. S., and Mutalazimah. 2012. Penyuluhan Gizi dengan Media Komik untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Keamanan Makanan Jajanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 8 No. 1 Hal 67-73
  9. Kementrian Kesehatan (KEMENKES). 2013. Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 : Jakarta
  10. Briawan. D., Hardinsyah, Marhamah, Zulaikhah, and Aries. M. 2011. Konsumsi Minuman dan Preferensinya pada Remaja di Jakarta dan Bandung. Gizi Indon. Vol. 34 No. 1 Hal : 43-51
  11. Alim. A., 2012. Persepsi Atlet terhadap Kebutuhan Cairan (Hidrasi) saat Latihan Fisik dan Recovery pada Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga. Universitas Negeri Yogyakarta
  12. Arrasuli. M., and Permadhi. I. 2012. Asuapan Cairan dan Hubungannya dengan Tingkat Pengetahuan pada Anak usia 7 – 9 tahun di Yayasan Kasih Keluarga, Pejaten, Jakarta Tahun 2012. Program Studi Pendidikan Dokter dan Departemen Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Uniersitas Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.