Hubungan kadar natrium serum dengan tekanan darah pada individu riwayat keluarga hipertensi

ika setyawati

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor baik genetik ataupun non-genetik. Faktor risiko hipertensi diantaranya gaya hidup tidak sehat, usia, jenis kelamin, obesitas dan riwayat keluarga menderita hipertensi. Salah satu gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah peningkatan konsumsi garam. Mengetahui hubungan kadar natrium serum dengan tekanan darah pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi.jenis penelitian adalahcase-control study. Pengambilan data sampel dengan purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 83 orang (42 orang kelompok kasus dan 41 orang kelompok kontrol). Uji satatistik terhadap hasil penelitain dengan uji spearman untuk mengetahui hubungan kadar natrium serum dan tekanan darah. P value antara kadar natrium dengan tekanan darah sistolik (p= 0,649) dan nilai r=0,051, P value antara kadar natrium dengan tekanan darah diastolik (p= 0,395) dan nilai r=0,095. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar natrium serum dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi dan tanpa hipertensi.

Keywords

hipertensi; natrium serum; tekanan darah

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 17 times
PDF - 11 times

References

Black, J.M & Hawks, J.H. (2005). Medical Surgical nursing: clinical management for positive outcomes. 7th Edition. St. Louis: Elsevier saunders. Carretero, O.A. & Oparil, S., 2000. Essential hypertension. PartI: definition and etiology. Circulation. 101: 329-35. Chobanian, A. V., Bakris, G. L., Black, H. R., Cushman, W. C., Green, L. A., Izzo, J. L. et al., 2003. The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of Hypertension. The JNC 7 report. JAMA. 289: 2560-72. Egan, B.M., Nesbitt, S.D., Julius, S. 2008. Prehypertension: should we be treating with pharmacologic therapy. Ther Adv Cardiovasc Dis. 2(4): 305-14. Hull, A.1996. Penyakit Jantung Hipertensi & Nutrisi. Jakarta: Bumi Aksara. James, P.A., Oparil, S., Carter, B., Cusham, W.C., Himmelfarb, C.D., Handler, J., Lackland, D.T., Ferve,M., Kenzie, M.T., Ogedegbe, et al., 2013. 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressurein Adults Report From the Panel Members Appointed to the Eighth Joint National Committee (JNC8). JAMA.doi:10.1001/jama.2013.284427 Published online December 18, 2013. Kaplan, N.M. & Flynn, J.T., 2006. 9th ed. Kaplan’s clinical hypertension. Philladelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Kartikawati, A., 2008. Prevalensi Dan Determinan Hipertensi Pada Pasien Puskesmas Di Jakarta Utara Tahun 2007. Skripsi departemen epidemiologi program sarjana kesehatan masyarakat Fakultas kesehatan masyarakat. Universitas Indonesia. Kurniawan,A.2002. gizi Seimbang Untuk mencegah Hipertensi. Direktorat Gizi Masyarakat Depkes RI. Jakarta. Li, H., Xu, T., Tong, W., Liu, Y., Zhao, L., Zhang, Y. 2008. Comparison of cardiovascular risk factors betwen prehypertension and hypertension in a Mongolian population, Inner Mongolia, China. Circ J. 72: 1666-73. Muliyati, Hepti. 2011. Hubungan pola konsumsi natrium dan kalium serta aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Artikel. Universitas Hasanudin. Mustamin. (2010). Asupan natrium, status gizi dan tekanan darah usia lanjut di Puskesmas Bojo Baru Kabupaten Barru. Jurnal Media Gizi pangan, vol. XI. Diakses 22 Mei 2015, dari https://jurnalmediagizipangan.files.wordpress.com/2012/03/4-asupan-natrium-status-gizi-dan-tekanan-darah-usia-lanjut-di-puskesmas-bojo-baru-kabupaten-barru.pdf National Institutes of Health, National Heart, Lung, and Blood Intitute. 2003. The seventh report of the joint national committee on prevention, detection, evalution and treatment of high blood pressure (JNC VII). Avaible at: http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension/jn7full.pdf. Oparil, S., Amin, Zaman, M., Calhoun, D.A., 2003. Pathogenesis of hypertension. Ann Intern Med. 139: 761-76. Rahajeng, Ekowati, et al. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia: Majalah Kedokteran Indonesia, Volume: 59, Nomor: 12, Desember 2009. Roslina. 2007. “Analisa determinan hipertensi esensial di wilayah kerja Tiga Puskesmas Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007”. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6783/1/09E01491.pdf di akses tangga 13 Juni 2016. Sowers, J.R., Conell, A.W., Epstein, M. 2009. Narrative review: the emerging clinical implications of the role of aldosterone in the metabolic syndrome and resistant hypertension. Ann Intern Med. 150: 776-83. Sugiharto, A. 2007. Faktor-Faktor Risiko Hipertensi Grade II pada Masyarakat (Studi Kasus di Kabupaten Karanganyar). (Online) Tesis. http://eprints.undip.ac.id/16523/Aris Sugiharto.pdf. diakses tanggal 16 Juli 2016. Sundari, Aulani’am, Wahono, S.D., Widodo, M.A. 2013. Non Genetic Risk Factor and Polymorphism of Aldosterone Synthase T(-344)C Variant CYP11B2 Gene Promoter Region Essential Hypertension Patients at Coastal and Mountainous Areas. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Vol.27(3): 169-77. Tanjung, N. D. 2009. Hubungan antara Gaya Hidup, Asupan gizi, Pola Minum dan Indeks Masa Tubuh Dengan Hipertensi Pada Pralansia Di Posbindu Kelurahan Rangkepam Jaya Depok Tahun 2009. Skripsi permintaan Gizi kesehatan masyarakat. Fakultas kesehatan masyarakat. Universitas Indonesia. Zuraidah, Maksum, Nadi, S., et al. (2012). Analisis faktor resiko penyakit hipertensi pada masyarakat di kecamatan Kemuning Kota Palembang tahun 2012. Riset Pembinaan Tenaga Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Palembang.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.