Redefinisi Konsep Wisata Dalam Pendekatan Fiqh (Konektivitas Dunia Kampus dan Masyarakat)

Authors

  • Muhammad Habibi Siregar UIN Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.21111/ijtihad.v14i2.4606

Keywords:

Wisata religi, Wisata halal, fiqh, pemberdayaan, kampus.

Abstract

Ketika kasus virus merebak di dunia, bidang pariwisata mendapat dampat yang cukup kuat sehingga menggoyahkan perkembangan sector ini. Masalahnya kemudian semakin berat ketika instrumen pendukung utama kegiatan parawisata menjadi terganggu, seperti penerbangan. Setelah muncul travel warning dari beberapa negara untuk mengunjungi wilayah mereka membuat kegoncangan dunia parawisata karena banyak agen-agen perjalanan yang membatalkan kunjungan ke daerah destinasi wisata. Tentu saja secara ekonomi kerugian besar melanda di sektor ini bahkan secara global proyeksi pertumbuhan ekonomi terpaksa dipangkas 2 persen. Hal tersebut menandakan beratnya tekanan yang dihadapi di sector ini karena itu pemerintah masing-masing negara membuat semacam stimulus untuk menggerakkan sektor ini seperti memberi diskon tiket maupun penginapan di hotel-hotel yang terkena dampak virus Corona ini. Namun bila melihat situasi yang terjadi di daerah yang dikategorikan sebagai kegiatan wisata religi tampaknya tidak ada dampak yang berarti. Karena mereka yang melakukan kunjungan ke tempat seperti ini biasanya mereka yang beragama Islam dan melakukan kunjungan religi yang juga merasa melakukan ibadah. Daerah-daerah wisata religi di tanah air relatif tetap banyak dan tidak terpengaruh terhadap peringatan penyebaran virus Corona yang sedang melanda dunia. Masalah tersebut menimbulkan keunikan tersendiri betapa kegiatan wisata religi lebih kebal terhadap isu-isu seperti virus corona. Namun demikian pemerintah sebaiknya juga waspada untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga bencana penyebaran virus tersebut dapat dicegah. Wisata religi meliki potensi ekonomi yang cukup tinggi di dunia khususnya indoensia karena itu ada baiknya juga belajar kepada mereka yang relatif telah berhasil meningkatkan pendapatan di sektor ini. Keterkaitan dunia wisata dengan masyarakat diperlukan intermedia akademik yang menghungkan kedua sektor di atas. Karena itu diperlukan usaha untuk menjalin hubungan berkesinambungan dalam rangka mempererat kerangka kerja sama antara pihak kampus dengan masyarakat diperlukan membuat semacam desa binaan. Hal ini sebagai wujud dari salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Desa binaan refleksi dari usaha untuk menerapkan teori-teori yang selama ini dikenal di dunia kampaus dipraktekkan ke dalam realitas sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dunia kampus juga bertanggung jawab terhadap perkembangan masyarakat sehingga desa binaan diperlukan dalam rangka wujud dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Selama ini masyarakat sering dijadikan sebagai objek kajian dalam berbagai penelitian, sementara itu dalam pola desa binaan ini masyarakat dijadikan sebagai subjek dalam kegiatan-kegiatan sosial yang lazim dilakukan.

References

B Wan Mohd Zain WMA. Islamic Ethics Practices in Non-Islamic Based Private Higher Education Institution: A Conceptual Paper. Global Business & Management Research. 2019;11(2):98-105.

Babaei HA. Islam and Christianity Their Respective Roles in Civilizational Clashes. Comparative Civilizations Review. 2018;(79):137-140.

Chandra, A. (2011). On the becoming and unbecoming of monuments: Archaeology, tourism and delhi's islamic architecture (1828–1963)

Christopher A Callaway, “ ‘Keeping Score’ : The Consequential Critique of Religion.” International Journal for Philosophy of Religion 70.3 ( December 2011): 231-246.

Coleman, “Social Capital in the creation of human capital,” American Journal Sociology, 1990, 94-95

Esmer Y. Is There an Islamic Civilization? Comparative Sociology. 2002;1(3/4):265.

Halal food market to witness surge in demand, hexa research. (2016, Sep 08). M2 Presswire.

Halim, H. S. (2014). Excogitated coastal tourism competitiveness by implementing eco-tourism in anyer, banten, Indonesia. International Journal of Marine Science, 4(7)

Indonesia: Indonesia hosts international islamic tourism festival. (2016, Dec 06). Asia News Monitor

Khan, S. M. (2016). Uzbekistan and economics of tourism. Defence Journal, 19(7), 41-44.

Muhamad NS, Sulaiman S, Adham KA, Said MF. Halal Tourism: Literature Synthesis and Direction for Future Research. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities. 2019;27(1):729-745

Noor, Ahmad Yunus Mohd; Wahab, Najwa Amalina Abdul, “Disclosing Islamic Values and Cultures Via Meseums in Tourism Industry,” Islamic Journal of Thought; Vol. 13 (June 2018)

Paramboor J, Ibrahim MB. Scientific Management Theory: A Critical Review from Islamic Theories of Administration. Al-Shajarah: Journal of the International Institute of Islamic Thought & Civilization. January 2018:321-336.

Pierre Bourdieu, Reproduction in Education, Culture and Society (London: Sage, 1970), Lihat juga James S.

Unleashing uzbek tourism potential. (2013, Aug 29). The Korea Times.

Downloads

Published

2020-09-27

Issue

Section

Articles