PENGARUH PENAMBAHAN (NH4)2H2PO4 PADA EKSPLORASI KHAMIR INDEGENOUS NIRA AREN, KELAPA, NIPAH, DAN SIWALAN YANG POTENSIAL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL

Trianik Widyaningrum, Listiatie Budi Utami

Abstract

ABSTRAK

 

            Sumber energi utama pada umumnya berasal dari energi fosil yang semakin lama semakin langka ketersediaanya. Berdasarkan hal ini perlu dikembangkan berbagai energi alternatif yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan, dan berkelanjutan  salah satunya adalah bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan (NH4)2H2PO4 pada eksplorasi khamir indegenous nira aren, kelapa, nipah, dan siwalan yang potensial untuk produksi etanol. Penelitian ini diawali dengan sampling nira aren dan kelapa serta nira nipah dan nira siwalan. Langkah berikutnya adalah skrining khamir penghasil etanol dengan penambahan (NH4)2H2PO4 pada Nira meliputi pH, kadar gula reduksi dengan menggunakan metode DNS, waktu fermentasi (0, 2,4,6) hari, dan jumlah sel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi awal nira, yaitu pH nira aren 4,9 kelapa 3,7, nipah 4,3, dan siwalan 4,7, kemudian gula reduksi nira aren 13,41 mg/mL, kelapa 17,09 mg/mL, nipah 33,38 mg/mL, dan siwalan 43,35 mg/mL, kadar etanol nira aren 1,53%, kelapa 4,4 %, nipah 0,3%, dan siwalan 0,23%. Berdasar data tersebut terlihat kadar etanol tertinggi pada nira kelapa, sehingga skrining berikutnya dengan menggunakan nira kelapa dengan penambahan (NH4)2H2PO4. Berdasar isolasi khamir dari keempat Nira diperoleh isolat sejumlah 48. Berdasar skrining yang dilakukan dengan penambahan (NH4)2H2PO4 dan memperhatikan pH nira, waktu fermentasi, gula reduksi, dan jumlah sel diperoleh isolat yang unggul untuk produksi etanol sejumlah 18 isolat  dengan waktu fermentasi 4 dan 6 hari.

 

term 1: eksplorasi

Keywords

eksplorasi; nira; khamir; bioetanol

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 61 times
PDF - 11 times

References

Azizah. N, Dkk. 2012. “Pengaruh Lama FermentasiTerhadap Kadar Alkohol, Ph, Dan Produksi Gas Pada Proses Fermentasi Bioetanol Dari Whey Dengan Substansi Kulit Nanas”. Semarang: UNDIP. Jurnal Penelitian Aplikasi Teknologi Pangan. Vol. 1, No. 2, 2012: 72-73

Blanco, J.M. M. Avalos and I. Orriols. 2012. Effect of must characteristics on the diversity of Saccharomyces strains and their prevalence in spontaneous Fermentations. Journal of Applied Microbiology 112 (1): 936–944

Chairul dan S.R. Yenti. 2013. Pembuatan Bioetanol dari Nira Nipah Menggunakan Sacharomyces cereviceae. Jurnal Teknobiologi, IV(2): 105 – 108.

Chinn, M.S., E.E. Nokes, and H.J. Strobel. 2006. Screening of thermophilic anaerobic bacteria for solid substrate cultivation on lignocellulosic substrates. Biotechnol. Prog. 22 (1): 5359.

Dien, B.S., M.A. Cotta, and T.W. Jeffries. 2003. Bacteria engineered for fuel ethanol production: current status. Appl. Microbiol.Biotechnol. 63 (1): 258−266.

Demain, A.L., M. Newcomb, and J.H.D. Wu. 2005. Cellulase, clostridia, and ethanol. Microbiol. Mol. Biol. Rev. 69(1): 124154.

Desai, S.G., M.L. Guerinot, and L.R. Lynd. 2004. Cloning of L-lactate dehydrogenase and elimination of lactic acid production via gene knockout in Thermoanaerobacterium saccharolyticum JW/SL-YS485. Appl. Microbiol. Biotechnol. 65 (1): 600605

Desrosier, Norman W, 2008. Teknologi Pengawetan Pangan. Jakarta: Universitas

Indonesia Press.

Dyanti, 2002. Studi Komparatif Gula Merah Kelapa dan Gula Merah Aren. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2 (1): 26-40

Goldemberg, J. 2006. The promise of clean energy. Energy Policy. 34 (1): 2185–2190.

Hadi, Thamrin., Moersidik, S.S., Bahry, S. 2013. Karakteristik dan Potensi Bioetanol dari Nira Nipah (Nypa fruticans) untuk Penerapan Skala Teknologi Tepat Guna. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2 (1): 291-293.

Naik, S.N., Goud, V.V., Rout, P.K. & Dalai, A.K. 2010. Production of first and second generation biofuels: A comprehensive review. Renewable and Sustainable Energy Reviews. 14 (1): 578–597.

Nie, Y., Xu, Y., Mu, X. Q., Wang, H. Y., Yang, M., & Xiao, R. 2007. Purification, Charecterization, Gene Cloning, and Expression of a Novel Alcohol Dehydrogenase with Anti-Prelog Stereospecificity from Candida parapsilosis. Applied and Environmental Microbiology 20 (1): 3759-3764.

Rahmawati, A. 2010. “Pemanfaatan Limbah Kulit Ubi Kayu (Manihot utilissima Pohl.) dan Kulit Nanas (Ananas comosus L.) Pada Produksi Bioetanol Menggunakan Aspergillus niger”. Skripsi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. UNS

Riyanti, E.I. 2011. Beberapa Gen Pada Bakteri yang Bertanggung Jawab Terhadap Produksi Bioetanol. Jurnal Litbang Pertanian, 30(2): 23-25.

Riyanti, E.I. and P.L. Rogers. 2009. Kinetic evaluation of bioethanol-tolerant thermophile Geobacillus thermoglucosidasius M10EXG for ethanol production. Indones. J. Agric. Sci. 10(1): 3441.

Saputra, Ali Ridlo, I. Widowati. 2012. Kajian Rumput Laut Sargassum duplicatum J. G. Agardh sebagai Penghasil Bioetanol dengan Proses Hidrolisis Asam dan Fermentasi. Journal Of Marine Research. 1 (2): 145-151

Sebayang. 2006. Pembuatan Etanol dari Molase secara Fermentasi menggunakan Sel Saccharomyces cerevisiae yang Terimobilisasi pada Kalsium Alginat. Jurnal Teknologi Proses 5 (2):75-80.

Shafiee, S. & Topal, E. 2009. When will fossil fuel reserves be diminished Energy Policy. 37 (1): 181–189.

Stephanopoulos, G. 2007. Challenges in engineering microbes for biofuels production. Science 315 (1): 801804.

Wardani dan F. N. E. Pertiwi. 2013. Produksi Etanol Dari Tetes Tebu Oleh Saccharomyces cerevisiae Pembentuk Flok (Nrrl – Y 265). Agritech, 33(2): 131-139

Wijaya dan I G. K. A. Arthawan. 2012. Potensi Nira Kelapa Sebagai Bahan Baku Bioetanol. Jurnal Bumi Lestari, 12(1): 85 – 92.

Yuwono, Triwibowo, 2006. Fisiologi Mikrobia. Yogyakarta : Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

Refbacks

  • There are currently no refbacks.