Islam dan Modernisme di Indonesia: Tinjauan atas Pemikiran Mohamad Rasjidi (1915-2001)

Mohammad Zakki Azani, Khalif Muammar A. Harris

Abstract

Abstract

Since Indonesia gained its independence in 1945, several Indonesian scholars have attempted to build and re-develop various aspects of developmental fields including education, economy, and society. In developing a country with the world's largest Muslim-majority population, one of their main concern is the revival of Islamic thought at Islamic higher institutions in Indonesia. This revival of thought involves re-interpreting important elements of Islamic thought based upon the secular, Western and modern way of thinking. This effort, known as the modernization of Islamic thought, has led to severe confusion and misunderstanding. Mohammad Rasjidi employed the framework of ahl al-sunnah wa al-jamā‘ah to criticize and subsequently reject secularisation as a philosophical program which was used as the foundation for the modernization of Islamic thought. This paper elaborates the significant roles of Mohammad Rasjidi’s thoughts and contributions in correcting and re-affirming the fundamental principles of Islam, specifically concerning the nature of man, the nature of human reason, the nature of morality and the understanding of the state, all of which conforms with the Worldview of Islam.

Keywords: Mohammad Rasjidi, Islam and Modernism; the nature of nan; revelation, reason, morality, state.

Abstrak

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, beberapa cendekiawan di Indonesia mencoba untuk membina dan membangun kembali dalam perbagai bidang pembangunan termasuk pendidikan, ekonomi dan sosial. Dalam suasana negara yang sedang membangun dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, salah satu aspek yang menjadi tumpuan ialah pembaharuan pemikiran Islam di pendidikan tinggi Islam Indonesia. Pembaharuan pemikiran ini melibatkan penguraian kembali tentang unsur penting pemikiran Islam dengan cara berfikir modern Barat yang sekuler. Upaya ini dinamakan sebagai modernisasi pemikiran Islam yang mengakibatkan kekeliruan dan kesilapan pemahaman. Rasjidi menggunakan kerangka ahl al-sunnah wa al-jamā’ah dalam membahas sekularisasi sebagai program filsafat yang dijadikan sebagai asas modernisasi pemikiran Islam. Makalah ini menguraikan kontribusi penting pemikiran Mohammad Rasjidi dalam mengoreksi dan menegaskan kembali beberapa prinsip Islam berkenaan--hakikat insan, akal, akhlak dan paham negara—agar tidak bertentangan dengan Pandangan alam Islam (the Worldview of Islam).

Kata Kunci: Mohammad Rasjidi; Islam dan modernisme; hakekat insan; wahyu; akal; akhlak; negara.

Keywords

Mohammad Rasjidi; Islam and Modernism; the nature of man; revelation; reason, morality; state.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 11 times
PDF - 3 times

References

Daftar Pustaka

Abū Ḥamīd al-Ghazālī. al-Iqtiṣād fi al-‘Itiqād, (Beirut: Dār al-Minḥāj, 2012)

Aḥmad Ibrāhīm Abū Shauq. Tārīkh Ḥarakah al-Iṣlāḥ wa al-Irshād wa Shaikh al- Irsḥādiyyīn Aḥmad Muḥammad al- Sūrkātti fi Indonesia, (Kuala Lumpur: Dār al-Fajr and International Islamic University Malaysia, 2000)

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism. (Kuala Lumpur: ISTAC, 1993).

______. Ma’na Kebahagiaan dan Pengalamannya Dalam Islam, Terj. Muhammad Zainiy Uthman, (Kuala Lumpur: ISTAC, 2002)

______. Prolegomena to the Metaphysics of Islam, (Kuala Lumpur: ISTAC, 2001).

______. The Nature of Man and The Psychology of the Human Soul, (Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 1990; cetakan ulang., 1993)

Benavides, Gustavo. “Modernity and Buddhism”, in Encyclopedia of Buddhism, 2 vols. ed., Robert E. Buswell. Jr, (New York: MacMillan, 2004)

Benda, Harry J. “The Structure of Southeast Asian History: Some Preliminary Observations”, Journal of Southeast Asian History 3, No. 1, Maret, 1962.

Boisard, Marcel A. Humanisme dalam Islam, Terj. H.M. Rasjidi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980)

Boland, B. J. The Struggle of Islam in Modern Indonesia, (Netherlands: The Hague- Martinus Nijhoff, 1971; cetakan ulang, 1981).

Dockstader, J. Frederick. “Modernism,” dalam The Encylopedia Americana, (Canada: Grolier Limited & Americana Corporation, 1978).

Federspiel, Howard M. “Modernist Islam in Southeast Asia: A New Examination”, The Muslim World 92 (2002): 371-386.

Fuad Jabali dan Jamhari, ed. IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2003)

Iqbal, Muhammad. The Reconstruction of Religious Thought, (Lahore: Iqbal Academy Pakistan; Institute of Islamic Culture, 1986; cetakan ulang 1989)

Johns, A. H. “Islam in Southeast Asia”, dalam Encyclopedia of Religion, ed. Mircea Eliade, (New York: MacMillan Publishing Company, 1987)

Kingdom, Robert M. “Reformation,” dalam New Dictionary of the History of Ideas, 5 vols, ed. Maryanne Cline Horowitz, (USA: Thomson Gale, 2005)

Kurzman, Charles. “Reform”, dalam New Dictionary of the History of Ideas, 5 vols, ed. Maryanne Cline Horowitz, (USA: Thomson Gale, 2005)

Nasution, Harun. Islam ditinjau dari berbagai Aspeknya, vol 2, (Jakarta Bulan Bintang, 1974)

Natsir, M. “Perangko Sosial” dalam Islam dan Kristen di Indonesia, ed. Endang Saifuddin Anshari, (Jakarta: Media Da’wah, 1988).

Noer, Deliar. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942, (London: Oxford University Press, 1973)

Peacock, James L. Muslim Puritans, (London: University of California Press, 1978)

Rasjidi, H. M. Hendak Dibawa Kemana Ummat ini?, (Jakarta: Media Da’wah, 1987)

______. “Prasaran Tentang Perbaikan IAIN pada Musjawarah Kerjda Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, 11 Ogosus 1970 di Tjiloto”, dalam Prof. Dr. H. Rasjidi Versus Drs. Zahri Hamid, ed. Zahri Hamid, (Jogjakarta: Alumnus Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Kalijaga, 1970)

______. “Tafsir Jawahir,” Kiblat, 19 Maret, 1973.

______. Filsafat Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1965)

______. Islam dan Socialisme, (Jakarta: Jajasan Islam Studi Club Indonesia, 1966)

______. Keutamaan Hukum Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1971)

______. Hendak Dibawa ke Mana Ummat ini? Jakarta Pusat: Media Da’wah, 1980)

______. “Apakah Kebatinan itu?,” dalam Disekitar Kebatinan, ed. Warsito, Rasjidi, Hasbullah Bakry (Jakarta: Bulan Bintang, 1972)

______. “Cara Berpikir yang Berbahaya karena Sederhana,” Panji Masyarakat, 21-13 Desember, 1988.

______. “Kesimpulan Terakhir”, dalam Disekitar Kebatinan, ed. Warsito, H.M. Rasjidi, H. hasbullah Bakry, (Jakarta: Bulan Bintang, 1972)

______. Agama dan Etik, (Jakarta: Sinar Hudaya, 1972)

______.et al., Islam Untuk Disiplin Ilmu Filsafat, (Jakarta: Dep. Agama RI, 1997)

______. Hukum Islam dan Pelaksanaannya Dalam Sejarah, (Jakarta. Bulan Bintang, 1976)

______. Islam dan Kebatinan (Jakarta: Bulan Bintang, 1976)

______. Koreksi Prof. Dr. H.M. Rasjdi Terhadap Prof. Dr. Harun Nasution, Ajaran Islam Tentang Akal dan Akhlaq, (Jakarta Pusat: Media Da’wah, 1985)

______. Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution Tentang ‘Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: Bulan Bintang, 1977)

______. Koreksi terhadap Drs. Nurcholish Madjid Tentang Sekularisasi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1972)

______. Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1968)

______. Strategi Kebudayaan dan Pembaharuan Pendidikan Nasional, (Jakarta: Bulan Bintang, 1980)

______. Faham Tentang Islam dalam Kesusasteraan Djawa, (Jogjakarta: Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, 1955)

______. “Kesatuan dan Keragaman dalam Islam”, dalam Islam Djalan Mutlak, ed. Kenneth W. Morgan, Terj. Abusalamah, Chaidir Anwar dan Harun al Rasjid, (Jakarta: PT Pembangunan Djakarta, 1963)

______. “Unity and Diversity in Islam.” Islam the Straight Path. ed. Kenneth W. Morgan, (New York: The Ronald Press Company, 1958., cetakan ulang.,Delhi: Motilal Banarsidass Publishers; 1987; 1993)

______, Rasjidi, Raliby dan Osman. (1974). “Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan J M E”, dalam Tanggapan Terhadap Rancangan Repelita II, (Jakarta: Universitas Indonesia, 1974)

______, Hendak dibawa kemana Ummat ini?, (Jakarta: Media Da’wah, 1988)

_______, Resensi Buku Pergolakan Pemikiran Islam, Oleh Ahmad Wahib, dalam Kiblat, no. 16, 1992.

Roeder, O. G. Who’s Who in Indonesia, (Djakarta: Gunung Agung, 1971)

Roff, William R. “Indonesian and Malay Students in Cairo in the 1920s,” Indonesia, Ithaca: NY. 9 April, 1970.

Salim, H.A. “Kementerian Agama Dalam Republik Indonesia,” dalam Kementerian Agama, ed. K.H. A. Wahid Hasjim, H. Agus Salim dan Hamka, (Jakarta, Kementerian Agama, n.d)

Soebagijo, I.N. “Biografi Prof. Dr. H.M. Rasjidi”, ed. Endang Basri Ananda, 70 Tahun Prof. Dr. H. M. Rasjidi, (Jakarta: Harian Umum Pelita., 1985)

Team Veteran RI. Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950, (Jakarta: Penerbit Badan Pimpinan Harian Pusat Korps Cacad Veteran, n.d)

The New Encyclopaedia Britanica. 15th. ed., s.v, “Modernism,” 99 vols, (USA: Encyclopaedia Britanica. Inc, 1998), 8.

Waardenburg, Jaques. “Muslim Enlightenment and Revitalization. Movements of Modernization and Reform in Tsarist Rusia (ca. 1850-1917) and the Dutch East Indies (ca. 1900-1942),” Die Welt des Islams, New Series 28, 1988.

Yunus, Mahmud. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Penerbit Mutiara, 1978)