Fenomena Pragmatis Dalam Al-qur’an (Kajian Atas Bentuk Imperatif pada Surah Al-Nur)

Moh Mukhlas

Abstract


Meskipun secara bentuk ungkapan sudah dianggap selesai, Al-Qur’an
masih bersifat terbuka terhadap interpretasi beragam yang sesuai dengan
konteksnya, salah satunya adalah dengan mengkaji secara pragmatis.
Pragmatik merupakan salah satu disiplin ilmu bahasa yang memfokuskan
kajiannya pada makna yang tidak terlepas dari konteks. Pragmatik juga
merupakan kajian dari hubungan antara bahasa dan konteks yang
mendasari penjelasan pengertian. Mengingat setiap huruf, kata, bahkan
alenia yang ada dalam Al-Qur’an sarat dengan makna, maka kajian
fenomena pragmatis di dalam Al-Qur’an perlu dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan
fenomena pragmatis dalam Al-Qur’an yang difokuskan pada kajian
imperatif pada surah al-Nur. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dan menjelaskan (1) struktur imperatif, (2) makna bentuk
imperatif, dan (3) faktor yang melatarbelakangi bentuk imperatif dalam
surah al-Nur.
Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan
jenis penelitian kualitatif. Datanya berupa paparan teks yang diambil dari
surah al-Nur. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dengan
berpedoman pada keabsahan dokumentasi yang berfungsi sebagai
instrumen penelitian. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah
analisis data model alir yang diadopsi dari Milles dan Huberman yang
memiliki beberapa langkah kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yakni
(a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) penyajian data, dan (d)
penyimpulan/verifikasi.
Dari analisis data ditemukan bahwa: (1) bentuk imperatif tidak selalu
menggunakan struktur imperative verb (fi’il amar), tetapi juga
menggunakan struktur fi’il mudhari’ yang dijazamkan dengan lam amar,
struktur kalimat deklaratif, dan struktur fi’il nahyi (negative imperative); (2) bentuk imperatif yang menggunakan struktur fi’il amar dan fi’il nahyi
memiliki makna lokusi yang menyatakan suatu keharusan, baik keharusan
melaksanakan atau meninggalkan. Sedangkan makna ilokusi banyak
muncul pada bentuk imperatif yang menggunakan struktur fi’il mudhari’
yang dijazamkan dengan lam amar dan struktur kalimat deklaratif; dan (3)
struktur dan makna imperatif dalam surah al-Nur banyak dipengaruhi
oleh faktor penerima pesan atau mitra tutur dan keadaaan masyarakat
(setting) penerima pesan.

Keywords


Struktur Imperatif, Makna Imperatif, Lokusi, Ilokusi.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21111/at-tadib.v9i1.309

Article Metrics

Abstract view : 123 times
PDF - 431 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


At-Ta'dib is indexed in several web indexing, such as:

Creative Commons License

AT TA'DIB by http://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tadib is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats

Free counters!