Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Slogohimo Kabupaten Wonogiri

Kartika Pibriyanti, Suryono Suryono, Cut Luthfi

Abstract

Latar Belakang. Stunting adalah indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari minus dua standar deviasi (-2 SD). Tahun 2017 prevalensi anak balita stunting di Kabupaten Wonogiri sebesar 23,9% meningkat dari tahun 2016 sebesar 21,8% dan tahun 2015 sebesar 22,4%. Tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Metode. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control, dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Slogohimo Kabupaten Wonogiri pada Agustus 2018. Populasi dan sampel adalah 22 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 22 balita normal sebagai kontrol. Teknik sampling adalah total sampling. Variabel bebas yaitu berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi dan status ekonomi, serta kejadian stunting sebagai variabel terikat. Analisis statistik adalah uji chi-square dengan α 5% (α = 0,05). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan balita kategori BBLR 52%, status ekonomi tinggi 52% dan balita mengalami riwayat infeksi 68%. Ada hubungan antara berat badan lahir (p=0,000; OR=15,3), status ekonomi (p=0,000; OR=15,3) dan riwayat penyakit infeksi (p=0,001; OR=12) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan. Ada hubungan antara Berat badan lahir, status ekonomi, riwayat penyakit infeksi, dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Slogohimo Kabupaten Wonogiri.

Keywords

Berat badan lahir; status ekonomi; riwayat penyakit infeksi; stunting

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 70 times
PDF - 49 times

References

  1. ACF Internasional. 2007. Interactions of: Malnutrition, water sanitation and hygiene, infections. Technical Department, Action Against Hunger International Network :1-47. Paris.
  2. Anugraheni, H. S. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro: Semarang
  3. Azriful, Emmi B, Habibi, Syahratul A, Yusdarif. 2017. Determinan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Public Health Science Journal Volume 10, No. 2. ISSN-P : 2086-2040. ISSN-E : 2548-5334
  4. Dinkes Wonogiri. 2017. Laporan Kegiatan Pemantauan Status Gizi Tahun 2017 Kemenkes. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018.
  5. Kemenkes. 2013. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  6. ________. 2017. Laporan Hasil Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  7. Lestari Wanda, Ani Margawati, M. Zen Rahfiludin. 2014. Faktor Risiko Stunting Pada Anak umur 6-24 Bulan Di Kecamatan Penanggalan Kota Subullussalam Provinsi Aceh. Jurnal Gizi Indonesia (ISSN:1858-4942) Vol. 3, No. 1
  8. Millenium Challenge Acount-Indonesia. 2013. Stunting dan Masa Depan Indonesia. www.mca-indonesia.go.id diakses pada tanggal 20 Maret 2018.
  9. Ngaisyah. 2015. Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunung Kidul. Jurnal Medika Respati Volume X Nomor 4. ISSN: 1907-3887
  10. Oktarina Z. 2012. Hubungan Berat Lahir dan Faktor-Faktor Lainnya dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung pada Tahun 2010. Jakarta: Universitas Indonesia
  11. Purwandini K, Kartasurya MI. 2013. Pengaruh Pemberian Micronutrient Sprinkle Terhadap Perkembangan Motorik anak Stunting Usia 12-36 Bulan. Journal of Nutrition College, 20 (1): 50-59.
  12. Soetjiningsih. 2014. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC Sitepoe M. ASI Ekslusif. Jakarta: PT. Indeks, 2013.
  13. UNICEF. 2010. Penuntun Hidup Sehat. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan - Kementerian Kesehatan RI
  14. UNICEF. 2012. Ringkasan Kajian Gizi. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan - Kementerian Kesehatan RI

Refbacks

  • There are currently no refbacks.