Analisis perbedaan jenis pembungkus terhadap kadar proksimat dan daya terima tempe biji lamtoro (Leucaena Leucocephala)

Indahtul Mufidah, Fathimah Fathimah, Joyeti Darni, Nurul Azizah chairiyah

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam pangan  yang berlimpah salah satunya adalah biji-bijian yang memiliki zat gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam diet atau menu sehari-hari. Pada saat ini sudah banyak olahan dari biji-bijian salah satunya adalah tempe. Biji-bijian yang biasa digunakan dalam pembuatan tempe adalah biji kedelai. Jenis biji-bijian lain yaitu biji lamtoro dapat digunakan dalam pembuatan tempe. Plastik dan daun biasanya digunakan sebagai pembungkus tempe selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis pembungkus terhadap kadar proksimat dan organoleptik tempe biji lamtoro. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap 1 faktor. Analisis statistik yang digunakan independent T-test jika berdistribusi normal dan mann whitneyjika tidak berdistribusi normal dengan drajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pembungkus pada tempe biji lamtoro berbeda nyata terhadap kadar lemak, karbohidrat, air dan serat kasar (p < 0,05) namun tidak berbeda nyata terhadap kadar abu dan protein (p>0,05). Perbedaan jenis pembungkus tidak berbeda nyata terhadap organoleptik parameter warna, aroma, tekstur (p>0,05) dan berbeda nyata pada parameter rasa (p<0,05). Tempe yang dibungkus daun pisang memilki tingkat kesukaan lebih tinggi dari pada tempe yang dibungkus plastik. 

 

Keywords

biji lamtoro; daun pisang; plastik; tempe

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 47 times
PDF - 121 times

References

  1. Adnan, A.A., 2006. Karakterisasi Fisiko Kimia dan Mekanis Kelobot Jagung sebagai Bahan Kemasan. Insitut Pertanian Bogor.
  2. Aini, N., H., P., Muchtadi, R.T., An-darwulan, N. 2009. Hubungan Sifat Kimia dan Rheologi Te-pung Jagung Putih dengan Fermentasi Spontan Butiran Jagung. Forum Pascasarjana., 32(1), pp.33–43.
  3. Angelis, M.D., Coda R., Silano M., Minervini F., Rizello C.G., Cagno R.D., et al., 2006. Fer-mentation by Selected Sour-dough Lactic Acid Bacteria to Decrease Coeliac Intolerance to Rye Flour. Journal of Cereal Science, 43: 301–314.
  4. Anne P.I., Ijeoma O., Kabuo O.N. , Gloria O.C., , Evelyn B.N., Charles O.C., , Confidence O, 2014. Effect of wrapping mate-rial on proximate and sensory qualities of Ogiri, a fermented melon seed (Citrullus vulgaris L. series) product. Natural Product: an Indian Journal. 10(5): 136-141.
  5. Ayustaningwarno, F., 2014. Teknologi Pangan ; Teori Prak-tis dan Aplikasi, Yogyakarta: Graha Ilmu.
  6. Brata, B., 2008. Uji Lama Fermentasi dan Persentase Inokulum Me-lalui Kapang Trichoderma har-zianum terhadap Peningkatan Kualitas Isi Rumen Sebagai Pakan Ayam. Jurnal Sains Pe-ternakan Indonesia, 3(2), pp.63–68.
  7. Buckle K.A, 2007. Ilmu Pangan, ja-karta: Indonesia University Press.
  8. Chelule, P.K., Mbongwa, H.P., Car-ries, S.G., 2010. Lactic acid Fermentation Improves the Quality of a Mahewu, a Tradi-tional South African Maize-Based Porridge. Food Chemis-try, 3(122).
  9. Deliani, 2008. Pengaruh Lama Fer-mentasi Terhadap Kadar Pro-tein, Lemak, Komposisi Asam Lemak dan Asam Fitat pada Pembuatan Tempe. [Tesis] Universitas Sumatra Utara.
  10. Dostalova J., Kadlec P., Bernaskova J., Houska M., Strohalm J. 2009. The Changes of α- Ga-laktosidase during Germination and High Pressure Treament of Legume Seeds. Czech J. Food Sience,27: 76-79.
  11. Furqon, A., Maflahah, I., Rahman, A., 2006. Pengaruh Jenis Pengemas dan Lama Penyim-panan terhadap Mutu Produk Nugget Gembus. Jurnal Agro-intek, 10(2), pp.70–75.
  12. Hidayat, N., Padaga M.C., Suhartini S., 2006. Mikrobiologi Industri. Yogyakarta: Andi Offset.
  13. Koswara, 2006. Serat makanan dan Kesehatan, Ebook pangan.com.
  14. Koswara, 2013. Kacang-kacangan Sumber Pangan yang Kaya Se-rat, Ebook pangan.com.
  15. Makinde, F.M., Akinoso, R., Adepoju, A.O., 2013. Effect of Fermentation Containers on the Chemical Composition of Fer-mented Sesame (Sesamum in-dicum L) Seeds. African Jour-nal of Food, Agriculture, Nutri-tion and Development, 13(1), pp.7122–7137.
  16. Mastuti, T.S., Handayani, R. 2014. Senyawa Kimia Penyusun Ekstrak Ethyl Asetat dari Daun Pisang Batu dan Ambon Hasil Distilasi Air. Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang.
  17. Natalia, H., Sri, H., 2011. Keunggu-lan Lamtoro sebagai Pakan Ternak. Sembawa Sumatra Se-latan: BPTU Sembawa.
  18. Padmaningsih, R. 2006. Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Mutu Tempe Kedelai (Glycine max) Berbumbu Selama penyim-panan. [Skripsi]. Insitut Per-tanian Bogor.
  19. Pudjiastuti, W., Listyarini, A. & Rizki, I., 2013. Pengaruh Laju Transmisi Uap Air Polymer Blend Polibutilen Suksinat( PBS ) dan Linear Low Density Poliyethyline ( LLDPE ) Ter-hadap Umur Simpan Sup Krim. Jurnal Riset Industri, pp.1–5.
  20. PUSIDO Badan Standar Nasional, 2012. Tempe : Persembahan Indonesia Untuk Dunia, Jakar-ta: Badan Standar Nasional.
  21. Radiati, A., Sumarto S. 2016. Ana-lisis Sifat Fisik, Sifat Organo-leptik, dan Kandungan Gizi pada Produk Tempe dari Ka-cang Non-Kedelai. Jurnal Ap-likasi Teknologi Pangan, 5(1).
  22. Salim, R., Zebua, E.T. & Taslim, T., 2017. Analisis jenis kemasan terhadap kadar protein dan ka-dar air pada tempe. Jurnal Ka-talisator, 2(2): 106–111
  23. Santoso, 2005. Teknologi Pengolahan Kedelai, Malang: Fakultas Per-tanian Universitas Wdyagama.
  24. Sari, K.I., Yohana, W., 2015. Tekstur Makanan : Sebuah Bagian dari Food Properties yang Terlupa-kan dalam Memelihara Fungsi Kognisi ? (Food Texture : a Part of the Food Properties that Ignorable for Maintaining Cognitive function ?). Makas-sar Dent J, 4(6), pp.184–189.
  25. Sarwono, 2010. Usaha Membuat Tempe dan Oncom. Jakarta: Penebar swadaya.
  26. Sayuti S. 2015. Pengaruh Bahan Kemasan dan Lama Inkubasi Terhadap Kualitas Tempe Ka-cang Gude. Jurnal Pendidikan biologi Universitas Muhamadi-yah Metro, 6(2), pp.148–158.
  27. Standar Nasional Indonesia, 2009. Tempe Kedelai. SNI 3144:2009. Badan Standarisasi Nasional.
  28. Sudarmadji, S., Haryono, B. & Su-hardi, 2010. Analisis Bahan Makanan Dan Pertanian Keempat. Yogyakarta: Liberty.
  29. Suprapti, M.L. 2003. Pembuatan Tempe. Yogyakarta: Kanisius.
  30. Trifunovic, N. 2002. Small Community Water Supplies/ IRC Technical Paper Series 40 edited by Smet J. and van Wijk C., Chapter 20: Water Transmission, Delft, The Netherlands. p. 441-464.
  31. Wattiheluw, M.J., 2012. Pengaruh Konsentrat Campuran Kohay dan Dedak Terfermentasi Dosis Rhizopus Oligosporus terhadap Kadar Protein Kasar, Serat Kasar, dan Lemak Kasar. Indo-nesian Journal of Applied Sci-ences, 2(3): 95-99.
  32. Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi, Jakarta: PT. Grame-dia Pustaka Utama.
  33. Yuwono, S. & Budiasih, S., 1998. Penelitian Pengaruh Pem-bungkus Plastik terhadap Kualitas Tempe Kedelai dengan Variasi Jenis Plastik dan Lobang Plastik. Majalah Barang Kulit, karet dan Plastik, XII (25): 49–51.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.