ASUPAN ZAT GIZI DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS BUGANGAN KOTA SEMARANG

Rachma Purwanti

Abstract

ABSTRACT

 

Nutrition in under five years old children is important for the optimization of cognitive development at that time and related to the quality of life in the future. This study aims to determine the relationship between nutrient intake (energy, protein, vitamin C, iron, zinc, and iodine) with cognitive development of toddler. The design used is cross sectional with purposive sampling technique. The samples were 61 toddlers 48 - 60 months in Bugangan, Semarang City. Data was collected by interview and recall 2x24 hours. Cognitive development was measured by a cognitive development questionnaire referring to Permendiknas No. 58 Year 2009. Data analysis includes descriptive and correlation test. Mean of children age are 52 months (± 4.1), with 48.2% male and 50.8% female. Most of children have less nutrient intake (iodine, energy, vitamin C, and iron: 100%; 77%; 57.4%; and 52.5%), adequacy protein and zinc intake (70.5% and 59%). Good level of cognitive development is 57.4%. The correlation test results showed the relationship between energy intake, fat, protein and zinc with cognitive development (p = 0,01; p = 0,03; p = 0,013; p = 0,03). Intake of energy, fat, protein, and zinc associated with cognitive development of 48-60 months old children in Bugangan, Semarang City. Key words: Nutrient intakes, toddlers, cognitive development

 

ABSTRAK

 

Pemenuhan gizi pada masa balita penting untuk optimalisasi perkembangan kognitif pada masa tersebut dan berkaitan dengan kualitas hidup di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi (energi, protein, vitamin C, zat besi, zink, dan iodium) dengan perkembangan kognitif balita. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah 61 balita berumur 48 – 60 bulan yang ada di wilayah Puskesmas Bugangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan recall 2 x 24 jam. Perkembangan kognitif diukur dengan menggunakan kuesioner perkembangan kognitif yang mengacu pada Permendiknas No. 58 Tahun 2009. Analisis data yang digunakan meliputi uji deskriptif dan uji korelasi. Rerata umur balita adalah 52 bulan (±4,1) yang terdiri dari balita laki-laki sebanyak 48,2% dan perempuan sebanyak 50,8%. Asupan makan balita yang sebagian besar termasuk kurang antara lain: iodium, energi, vitamin C, dan zat besi dengan persentase masing-masing sebagai berikut: 100%; 77%; 57,4%; dan 52,5%; adekuat yaitu protein (70,5%), dan zink (59%). Tingkat perkembangan kognitif baik adalah sebanyak 57,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi, lemak, protein dan zink dengan perkembangan kognitif (p = 0,01; p = 0,03; p = 0,013; p = 0,03). Asupan energi, lemak, protein, dan zink berhubungan dengan perkembangan kognitif balita umur 48-60 bulan di wilayah Puskesmas Bugangan Kota Semarang.

 

Kata kunci: asupan zat gizi, balita, perkembangan kognitif

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 144 times
PDF - 297 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.