“UANG PANAIK” SEBAGAI SYARAT NIKAH PADA ADAT BUGIS DALAM FIQIH ISLAM

Iman Nur Hidayat

Abstract

Uang Panaik  adalah sejumlah uang yang diberikan
oleh calon suami kepada keluarga calon istri yang digunakan
sebagai biaya acara resepsi pernikahan (walimatul ‘urs).
Uang Panaik atau uang belanja merupakan ketentuan adat
yang berlaku didalam suku adat Bugis dan bersifat wajib.
Semakin tinggi status sosial calon mempelai wanita atau
bahkan status pendidikannya, maka akan semakin tinggi
pula nilai uang panaik yang diminta pihak keluarganya.
Menurut Adat Bugis uang panaik merupakan salah
satu pra-syarat pernikahan, sehingga masyarakat bugis
mengatakan bahwa tidak ada uang panaik berarti tidak ada
perkawinankarena bagi mereka kewajiban atau keharusan
memberikan uang panaik sama seperti kewajiban memberi
mahar.Pemberian uang panaik tidak ada didalam hukum
Islam, hukum Islam hanya mewajibkn dalam pemberian
mahar kepada calon istri dan dianjurkan kepada pihak
wanita agar tidak meminta mahar secara berlebihan.
Proses penentuan jumlah uang panaik dilakukan dengan
musyawarah antara kedua belah pihak yang pada akhirnya
akan mencapai sebuah kesepakatan, dan dengan adanya
sebuah kesepakatan ini maka uang panaik didalam islam
hukumnya menjadi mubah atau boleh. Dalam hukum Islam
tidak ada batasan terendah dan terbanyak dalam ukuran pemberian mahar atau dalam mengadakan acara walimatul
‘urs, namun banyak dari hadits nabi Muhammad SAW
menerangkan bahwa wanita yang paling membawa berkah
adalah yang paling sederana maharnya.

Keywords

Uang Panaik; Syarat Nikah; Adat Bugis

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 2 times
PDF - 3 times

References

Abadi, Muhammad bin Ya’qub Al-Fairuz, Al-Qomus Al-Muhit, (Beirut:Mausu’atu Risalah, 1426 H – 2006 M)

Abidin, Slamet, Fiqih Munakahat 1, (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999)

Al-Fauzani, Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah, Al-Mulkhos Al-Fiqhi, (Riyadh:Darul ‘Ashimah, 1423 H)

al-Ghaffar, Muhammad ‘abdul Hasan, Al-Qowa’id Al-Fiqhiyyah Baina-lAsolah wa-t-taujih,(Asy-Syubkah Al-Islamiyah)

Al-Hambali, Hasan bin Idris Al-Bahuti, Ar-Roudh Al-Murobba’ Syarhu Zadil-Mustaqona’,(Darul Mu’ayyad)

Al-Hanafi, Abu Bakar bin Mas’ud bin Ahmad Al-Kasani, Bada i’ Shonai’, (Darul Kitab, 1406 H – 1986 M)

Al-Ja’fa, Muhammad bin Ismail Abu Abdullah Al-Bokhari, Shahih Bukhari, (Daru Tauqi Najah, 1422 H)

Al-Jauziyyah, Syamsuddin bin Qoyyim, I’lam Al-Mauqi’in ‘An Rabbu-l‘Alamin,(Beirut:Darul Kitab,1411H – 1991M)

Al-Khin, Musthofa, Al-Fiqh Al-Manhaji ‘Ala Madzhabi Imam Asy-Syafi’i, (Damaskus: Darul Qolam, 1413 H – 1992 M)

Al-Mawardi, Fiqh Madzhabi Imam Asy-Syafi’i, (Beirut: Darul Kitab AlIlmiah,1419H – 1999 M)

Al-Qordoba, Muhammad bin Rusydi, Muqoddimat Al-Mumahhidat, (Darul Gorbi Islami, 1408 H – 1988 M)

Al-Yasu’a, Abu Luis Ma’lufi, Munjid fillugoh Wal A’lam, (Beirut: Darul Masyroq, 2011)

at-Tantuwi, Muhammad bin Abdul Hadi, Hasyiah as-Sanadiy ‘ala Sunani Ibnu Majah, (Beirut: Darul Jil)

Bafadhal, Ibrahim, Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Kualitatif dan Literatur, (UNISMA, 2001)

Baily, Keneth D., Kaedah Penyelidikan Sosial, Hashim Awang (terj.), (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1992)

Departemen Agama RI, Al-Qurán al Karim

Djamas, Nurhayati, Agama Orang Bugis, (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama RI, 1998)

Garna, Judistira K, Metode Pendekatan Kualitatif, (Bandung: Penerbit Primaco Kademika, 1999)

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bugis, Diakses pada hari Jum’at 21 Juli 2017, Pukul 10:35 WIB.

Ibnu ‘Abdullah, Abu Umar Yusuf, Al-Kafi Fi Fiqhi Ahli-l-Madinah, (Riyadh:Perpustakaan Riyadh, 1400 H – 1980 M)

Ibnu Ahmad, Abu Walid Muhammad, Bidayatu-l Mujtahid, (Kairo: Darul Hadis, 1425 H – 2004 M)

Ibnu Hajaj, Muslim, Al-Musnad As-Shohih, (Beirut: Daru Ihya Turos Al-‘Arabi,)

Ibnu Ibrahim, Muhammad, Mausu’atu-l-Fiqhu-l-Islami, (Baitu-l-Afkar, 1430 H – 2009 M)

Ibnu Mahmud, Muhammad, Al-‘Inayah Syarhul Hidayah, (Darul Fikr), p. 316

Juma, Darmapoetra,Suku Bugis Pewaris Keberanian Leluhur, (Makassar:Arus Timur, 2014)

Kamaluddin, Imam, Ushul Fiqh KMI, (Ponorogo-Indonesia, 1432 H –2011 M)

Koentjaraningrat, Metode-metode Penelitin Masyarakat, (Jakarta:Penerbit PT Gramedia, 1997)

Latif, Syarifuddin, Fikih Perkawinan Bugis Tellumpoccoe, (Tangerang Selatan: Gaung Persada Press Jakarta, 2017)

Majmu’ah minal Mu’allifin, Al-Fiqhul Maysir, (Mushaf, 1424 H), p. 301

Malik, Khalaf bin ‘Abdul, Shahih Bukhori, (Riyadh: Daru Rusydi, 1423 H – 2003 M)

Mame, A. Rahim, Adat Dan Upacara Perkawinan Daerah Sulawesi Selatan, (Makassar: Pusat Penelitian Sejarah Dan Budaya Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1978)

Mansur, Asy-Syihat Ibrahim Muhammad, Ahkamu-z-zuaj fi-Sy-Syari’ati-lIslamiah,(Kulliyatul Huquq, Jami’atu Banha)

Millar, Susan Bolyard, Perkawinan Suku Bugis, (Makassar: Ininnawa, 2018)

Muhajir, Lihat Noeng, Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Penerbit Rake Sarasin, edisi IV, 2000)

N, Andi Nurnaga, Adat Istiadat Pernikaha Masyarakat Bugis, (Makassar: CV. Telaga Zamzam, 2002)

Sabiq, As-Sayyid, Fiqhu Sunnah, (Beirut: Darul Kitab, 1397 H – 1977 M)

Zarroq, Muhammad, Syarhu-l-Qowa’id al-Fiqhiyah, (Damaskus: Darul Qolam, 1409 H – 1989 M)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.