PERCERAIAN MELALUI MEDIA ELEKTRONIK (SMS) DALAM PRESPEKTIF HUKUM POSITIF DAN FIQH ISLAM

Imam Kamaluddin

Abstract

Perceraian adalah melepaskan ikatan perkawinan
atau bubarnya hubungan perkawinan. Dalam menjatuhkan talaq, ucapan kata talaq biasanya diungkapkan secara langsung oleh suami kepada istrinya dengan sighat sharih maupun sighat kinayah, sehingga istri secara langsung dapat mendengar dan paham ungkapan kata talaq dari suaminya. Pada era globalisasi ini, di mana perkembangan teknologi yang semakin maju, cara suami memutuskan ikatan perkawinan tidak hanya dengan ucapan saja, melainkan terdapat fenomena baru yang terjadi di kalangan masyarakat, yaitu talaq melalui media elektronik (SMS), dimana fenomena tersebut menimbulkan persoalan tentang keabsahanya dalam hukum positif dan fiqih islam. Melalui
penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi pemikiran yang kondusif mengenai ketentuan perceraian melalui media elektronik (SMS) dan keabsahanya dalam hukum positif dan fiqh islam. Sehingga kedudukan perceraian
melalui media elektronik (SMS) diketahui tentang
keabsahanya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka
yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara dokumenter yaitu mengumpulkan data-data
primer dan sekunder mengenai perceraian. Setelah data-data terkumpul kemudian dianalisis dengan cara berfilir
induktif, yaitu menganalisis dari kaidah-kaidah yang bersifat
khusus ke umum sehingga dapat diambil kesimpulan
tentang ketentuan perceraian melalui media elektronik
(SMS) dan keabsahanya dalam hukum positif dan fiqh
islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perceraian
melalui media elektronik (SMS) dalam hukum positif
adalah tidak sah atau tidak jatuh talaq, karena perceraian
tersebut dilakukan diluar sidang pengadilan dan tidak
sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam undangundang
yang menjelaskan bahwa perceraian hanya dapat dilakukan melalui proses sidang pengadilan. Sedangkan dalam fiqh islam, perceraian melalui media elektronik (SMS) adalah sama halnya dengan perceraian melalui
tulisan yaitu sah dan jatuh talaq jika memenuhi syarat,
antara lain: suami atau pengirim harus baligh, berakal, dan
cakap bertindak hukum, istri yang dicerai adalah istri dari
perkawinan yang syra’i, adanya niat dan unsur kesengajaan
tentang perceraian, adanya sighat talaq sharih atau kinayah
yang menunjukan kalimat talaq, pesan yang ditulis adalah
pesan yang bersifat mustabinah marsumah yang dapat
dipahami dan dibaca, atas kehendak suami, terbukti bahwa
yang menulis pesan adalah penulis sendiri atau suami, dan
adanya dua orang saksi yang adil.

Keywords

perceraian; talaq; media elektronik

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 9 times
PDF - 9 times

References

Abdurrahmanm. 2001. Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia. Cet II. Jakarta: Akademika Pressindo.

Ghazali, Abdul Rahman. 2012. Fiqh Munakahat, (Jakarta: Kencana).

http://www.sigabah.com/beta/fatwa-dewan-hisbah-3-talaq-melalui-smsdan-ruju-bagi-khulu/,(diakses pada 6 desember 2018 pukul 10.37).

https://entertainment.kompas.com/read/2015/12/25/161648610/

Ahmad.Dhani.Beberkan.Isi.SMS.Talak.Cerainya.atas.Maia.

Estianty,(diakses pada 12 Agustus 2018 pukul 22.07 WIB).

https://entertainment.kompas.com/read/2017/01/31/195615710/tata.janeeta.ditalak.suami.lewat.telepon (diakses pada 5 Juli 2018 pukul 10:18).

https:// makalahahli.blogspot.com/2017/09/hukum-cerai-melalui-smssah-atau-tidak.html, (diakses 6 desember 2018 pukul10.41)

https://www.liputan6.com/showbiz/read/2361128/pernikahan-artisartis-ini-berakhir-hanya-melalui-pesan-singkat,(diakses pada 17 November 2018 pukul 20.24 WIB).

Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam.

Mardani. 2015. Hukum Islam (Kumpulan Peraturan Tentang HukumIslam Di Indonesia). Jakarta: Kencana.

Ramulyo, Moh Idris. 1999. Hukum Perkawinan Islam. Cet II. Jakarta: Bumi Aksara.

Rasjidi, Lili. 1982. Hukum Perkawinan Dan Perceraian Di Malaysia Dan Indonesia. Bandung: Alumni.

Rofiq, Ahmad. 1997. Hukum Islam Di Indonesia. Cet II. Jakarta: Raja Grafindo.

Sabiq, Sayyid. 1983. Fiqih Sunnah. Jilid VIII. Cet II. Bandung: PT Alma’arif.

Syarifudin,Amir. 2014. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Cet V. Jakarta: Kencana.

Undang-Undang No 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Usman,Suparman. 2001. Hukum Islam (Asas-Asas Dan Pengantar Studi Hukum Islam Dalam Tata Hukum Indonesia.Jakarta: Gaya Media Pratama.

Yasin, Nur. 2008. Hukum Perkawinan Islam Sasak. Malang: UIN MalangPress.

Zamroni, Mohammad. “Perkembangan Teknologi Komunikasi Dan dampaknya Terhadap Kehidupan”. Jurnal Dakwah. Vol. X. No. 2. Juli-Desember 2009.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.