أحكام الخنثى في الميراث و قضاياها المعاصرة: دراسة تحليلية في مستشفي الدكتور سوتومو سورابايا

Mhd Jabal Alamsyah Muhammad Ihsan Mustofa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan kewari-
san Khuntsa (orang yang memiliki 2 alat kelamin), kejelasannya
dan juga menentukan berapa bagian kewarisannya. Metode
Penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi
dan teknis pengumpulan datanya adalah dengan observasi
dan wawancara. Permasalahan seperti ini, diperlukannya
bantuan RSUD Dr. Soetomo untuk memberi kejelasan alat
kelamin Khuntsa. Status khuntsa ditentukan melalui beberapa
cara, yaitu dilakukan para madzhab dan bantuan dokter. Cara
yang dilakukan para madzhab dalam menentukan bagian
khuntsa, yang pertama dengan melihat dari mana air seni
pertama kali keluar atau yang sering dilalui air seni tersebut,
yang kedua dengan melihat tanda-tanda kedewasaannya.
Cara yang dilakukan dokter adalah dengan melihat kro-
mosomnya, dianalisis di sisi genetik, dianatomi fungsinya.
Untuk kromosom laki-laki 46 XY dan perempuan 46 XX.
Dan pembagiannya, madzhab hanafi khuntsa diberi bagian
paling kecil dari perkiraan antara laki-laki dan perempuan,
Mazdhab Syafi’i Khuntsa diberi bagian terkecil dari perkiraan
laki-laki dan perempuan yang sisa hartanya ditangguhkan
sampai status Khuntsa sudah jelas, kemudian Mazhab Maliki yaitu Khuntsa diberikan jumlah dari bagian perkiraan laki-laki dan perempuan yang kemudian dibagi setengahnya.

Keywords

Hukum; Kewarisan; Khuntsa Musykil

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 1 times

References

Nur Rohmah, Sekertaris SMF Kesehatan Anak, hasil wawancara Khuntsa,

(selasa, 16 Januari 2018, pukul 08. 23 WIB)

Junaedi, Bayi Berjenis Kelamin Ganda Lahir di Polman. https://regional.

kompas.com (diakses pada tanggal 25 November 2017, pukul

10 WIB).

Muhammad Faizi, ketua SMF kesehatan anak, hasil wawancara Khuntsa,

(senin, 15 Januari 2018, pukul 08.00 WIB).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.