PROBLEM ISTINBATUL AHKAM PEMIKIR ISLAM KONTEMPORER

Ahmad Farid Saifuddin

Abstract

Metode istinbath ahkan yang telah lama dipakai oleh para ulama’ klasik dalam menentukan hukum, saat ini menghadapi dua macam tanggapan dari para pemikir Islam modern. Satu pihak mengkaji secara kritis sehingg menciptakan sikap antipasti terhadap metode klasik tersebut, sedangkan pihak lain memandangnya sebagai sumbangsih bagi khazanah keilmuan Islam. Namun, pergerakan zaman memunculkan problematika yang mengharuskan kedua kubu tersebut terus memberikan respon untuk menjawab tantangan zaman yang tiada pernah berhenti untuk berubah. Dari sikap kelompok pertama telah melahirkan sebuah metode baru yang digadang untuk menggantikan posisi istinbath ahkam ini yaitu metode historis dan argumen humanism. Karena sama sekali berbeda dengan pendahulunya, maka implikas terhadap produk hukum pun menjadi sangat kontraproduktif. Kehadiran metode baru tersebut tidak serta merta diterima secara mentah-mentah, karena pada kenyataannya masih banyak meninggalkan persoalan disana-sini jika dilihat dari banyak aspek. Sehingga hasil akhir dari istinbat ahkam yang dilakukan pun banyak di luar kaedah yang dipahami pada umumnya selama ini di kalangan para ulama dan fuqaha, hal itu terlihat dari kontroversialnya hasil istinbat yang terkait dengan berbagai masalah seperti jinayat dan ribaa. Apa yang salah dari metode anyar tersebut dan siapa tokoh dibalik gembor-gembor metode istinbat yang ikut meramaikan cakrawala pemikiran hukum Islam? Tulisan ini ingin menginformasi tentang isu metode istinbat ahkam yang ditilik dari berbagai sudut pandang.

Keywords

Kontemporer; metode historis; humanis

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 9 times
PDF - 0 times

References

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib, 1993, Islam dan Sekularisme, terj: Dr. Khalif Muammar, (Bandung: PIMPIN)

______, Prolegomena, 2001, edisi kedua, (Kuala Lumpur: ISTAC)

Al-Faruqi, Ismail Raji Tauhid, terj, (Bandung: Penerbit Pustaka, 1988)

Al-Mawdudi, Abu Al-A’la, 1998, Human Rights in Islam, (Islamabad: Da’wah Agency)

An-Na’im, Abdullah Ahmed, 2011, Dekonstruksi Syariah, Wacana Kebebasan Sipil, terj: Ahmad Suady, Amiruddin Ar-Rani, (Yogyakarta: LKiS publishing)

Arif, Syamsuddin, 2008, Orientalis & Diabolisme Pemikiran, (Jakarta: Gema Insani)

Arkoun, Mohammed, 2005, Islam Kontemporer, Menuju Dialog Antar Agama, terj: Ruslani, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)

Hanafi, Hasan, 1987, At Turats Wa At Tajdid, (Kairo: Maktabah Anjlu Misriyyah)

________, 2004, Islamologi 3 dari Teosentris ke Antroposentris, terj. (Yogyakarta: LKIS)

Henri Shalahuddin, M.A., 2007, Al-Qur’an dihujat, cetakan kedua, (Jakarta: Al-Qalam)

Husaini, Adian, 2006, Hegemoni Kristen Barat, Dalam Studi Islam Di Perguruan Tinggi, (Jakarta: Gema Insani)

Imarah, Muhammad, 1999, Islam dan Keamanan Sosial, (Jakarta: Gema Insani) Teri Abdul Hayyie al-Kattani, Cet.1.

Jabiri, Abied, 1991, At-Turats Wa Al Hadathah, (Beirut: Al-Markaz As Staqafi Al-‘Arabi)

Manshur, Abdul Qadir, 2009, Buku Pintar Fiqh Wanita, terj: Muhammad Zaenal Arifin, (Jakarta: Penerbit Zaman)

Mustaqim, Abdul, 2012, Epistimologi Tafsir Kontemporer, cet.2 (Yogyakarta: LKiS)

Qardhawi, Yusuf, 1994, Al-Ijtihad Al-Mu’aiir Baina Al-Indlibaath Wa Al-Infiraath, (Kairo: Dar At-Tauzi’ Wa An-Nasyr Al-Islamiyah)

Rahman, Daden Robi, 2010, Infiltrasi Hermeneutika Terhadap Ayat-Ayat Ahkam, (Ponorogo: CIOS)

Rahman, Fazlur, 1984, Islam and Modernity (Chichago: The Univerrity of Chichago Press)

Shahrur, Muhammad, 1990, Al-Kitab wa Al-Quran; Qiroah Mu’asirah, (Dimashq: Al-Ahliy)

Sugiharto, Bambang, 2008, Humanisme dan Humaniora Relevansinya bagi Pendidikan. (Jalasutra)

Taymiyyah, Ibnu, Alfatawa Alkubra, Jus Keenam.

Thoha, Anis Malik, 2005, Tren Pluralisme Agama, Tinjauan Kritis, (Jakarta: Perspektif kelompok Gema Insani)

Yaqub, Ali Mustafa, 2005, Nikah Beda Agama Dalam Perspektif Al-Quran dan Hadits, (Ciputat: Jakarta Selatan: Pustaka Darus Sunah)

Zarkasyi, Hamid Fahmy, 2010, Liberalisasi Pemikiran Islam: Gerakan Bersana Missionaris, Orientalis dan Kolonialis, cetakan ke 2 (Ponorogo: CIOS)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.