PERWALIAN DAN PERSAKSIAN DALAM PERNIKAHAN (Kajian Komparasi Fiqh Empat Madzhab dan Hukum di Indonesia)

Mohamad Deny Irawan

Abstract

Pernikahan dalam kehidupan manusia yang beragama dipandang sebagai suatu hal yang sangat sakral, mengingat keberlangsungan sejarah manusia ditentukan oleh asal-usul yang jelas. Untuk itu pernnikahan diatur sediemikian rupa termasuk diantaranya adalah pihak yang berakad dan para saksi yang kehadirannya dala satu majlis menjadi suatu kelaziman yang tidak bisa ditawar lagi. Masalah perwalian bagi laki-laki atau perempuan yang akan menikah, wabil khusus wali perempuan menjadi bahan diskusi terutama saat ini banyaknya anak tidak mengetahui dimana keberadaan orang tuanya atau tidak tahu asal usulnya. Disamping masalah persaksian yang kerap menimbulkan perdebatan lantaran dilakukan secara tertutup dalam nikah tidak tercatat atau sirri. Bagaimana pandangan hukum Islam dan hukum Perkawinan di Indonesia terhadap dua masalah ini. Tulisan ini memaparkan bahwa perwalian dan persaksian dalam pernikahan menurut fiqh empat madzhab tidaklah jauh berbeda dengan hukum perkawinan yang berlaku di  Indonesia. Karena Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan secara tidak langsung telah mengakomodir syariat Islam yang ada, seperti orang yang cukup syarat berkaad sebagai syarat wajib untuk bisa melakukan pernikahan, dan apabila tidak cukup syarat harus meminta izin dari orang tuanya atau walinya (lihat pasal 6 ayat 2). Disampiing itu Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa perwalian dan persaksian dalam pernikahan merupakan rukun dalam pernikahan seiring dengan pendapat yang disitir dari Madzhab Syafi’I yang mewajibkan adanya wali perempuan khusunya dala akada nikah dan juga adanya dua saksi.

Keywords

Wali; Saksi; Madzahibul Arba’ah; Hukum Islam.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 24 times
PDF - 1 times

References

‘Ali, Kautsar kamil. Muhadharat fi Fiqh Muqarin, (Kairo: Thiba’ati jaami’ati Azhar, 1988)

Abil Barakat, Majduddin. Al-Muharrar ‘Ala Madzhabil Iman Ahmad bin Hanbal (Beirut: Darul Kutub Al-Farabi)

Al-Asqalani, Ibnu Hajar, Bulughul maram min adillatil ahkam (Beirut: Darul Kutub al-Islamiyah, 2002)

Al-‘Imrani, Abil Husaini Yahya bin Abil Khairi bin Salim. Al-abyan fi madzhabil imam as-syafi’I : syarhu kitabo “al-muhaddzab” kamilan (Beirut; darul Minhaj, 2000)

Al-Azdari, Abi Dawud Sulaiman bin al-ash’ati as-Sijistani. Sunanu Abi Dawud (Beirut: Daru Ibnu Hazm, 1997)

Al-Bashri, Abil Qasim ‘Ubaidillah bin Al-Husain bin Al-Hasan bin Al-Jallab. At-Tafri (Beirut: Darul Gharbi al-Islami)

Al-Bukhari, Abi Abdullah Muhammad bin Isma’il, Al-Jami’ as-sahih (Kairo: al-Maktabah as-Salafiyyah, 1440 H)

Al-Farisi Alauddin ali bin Balban, Shahih Ibnu Habban bi Tartiibi Ibnu Balban (Beirut: Muassatu as-risalah, 1993)

Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Wasim fil Madzhab (Kairo: Dasussalam lit miba’ah wan nashr, 1997

Al-Ghulayaini, Syaikh Musthofa. Jami’ud Durus al-Arabiyyah, (Beirut: Darul Bayan, 2008)

Al-Maliki, Abi Muhammad ‘Abdul Wahab bin nasr. Al-Ma’unah ‘ala Madzhab ‘Alamil Madinah (Beirut: Darul kutub al’ilmiyyah, 1998)

Al-Mawardi, Abil Hasan ‘Ali Muhammad bin Habibi al-Muzni. Al-Hawi Al-Kabir fi Fiqhi Madzhabi Imam Syafi’I Wa Huwa Sharhu Muhktasar Al-Muzni, (Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyah, 1994)

Al-Qailubiy wa ‘Amirah, Ahmad Shihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Slamah wa Shihabuddin Ahmad Al-Birlsiy. Hasyiyatani fi Syarh Minhaji -T- malibin (Mesir, Syirkati maktabah musthafa al-yaabiy al-halaby wa auladuhu, 1956)

Al-Qarafi, Shihabuddin ahmad Idris. Ad-dzakhirah (Beirut: Darul gharb al-islami, 2004)

As-Shafi, Muhammad Idris. Al-Umm (Darul Wafa, 2001)

As-Shirazi, Abi Ishaq. Al-Muhaddzab Fi Fiqhil Imam As-Shafi’I (Damaskus: Darul Qalam, 1996)

At-Tirmidzi, Abi Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah. Al-Jami’ as-Shahih wa huwa sunanu as-Tirmidzi (Shirkatu maktabati mamba’atil musthafa al-babi al-halabi wa awladihi, tp. Tt)

Bahansimi, Ahmad Fatihi. Madkhal Fi Fiqh Jina’I Al-Islami, (Kairo: Mathobi’us syuruq, tanpa tahun)

Ibnu ‘Abidin, Muhammad Amin as-Shahir bi Raddul Mukhtar ‘alad daril mukhtar sharhu tanwirul absar (Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, 2003)

Ibnu Hazm, abi Muhammad ‘ali bin ahmad bin sa’id. Al-Mushala (Mesir: Mamba’atun nahdhah bi Shai’I ‘Abdul Aziz, 1347 H)

Ibnu Majjah, Abi Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini. Sunan (Beirut: Darul Jiyal, 1998)

Ibnu Qudamah, Muhammad ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad. Al-Kafi (Darul Hijrah: Hijr lit Miba’ah wa nashr)

___. Al-Mughni (Riyadh: Darul ‘Alamil kutub)

Ma’luf, Louis. Munjid fil Lughoh Wal ‘A’lam (Beirut. Daru’s Syuruuq, 2007)

Muhammad, Yusri as-Sayyid. Jami’ al-Fiqh: Mausuu’atul A’mal Al-Kamilah Lil Imami Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (al-Mansurah: Darul wafa’I lit miba’ah wan nasyr, 2000)

Na’mah, Fuad. Malkhas qawa’idul lughoh al’arabiyah, (Damaskus: Darul hikmah, tanpa tahun)

Sabiq, Sayyid. Fiqhus Sunnah, (Kairo: Darul Fati lil I’lamil ‘arabi, 1999)

Shaibani, Muhammad bin Al-Athar (Kairo: Darussalam lit miba’ah wan nashr, 2003)

Tanthawi, Mahmud Muhammad. Usul Fiqh Al-Islamiy, (Kairo: Maktabah Wahbah, 2001)

Wizaratul auqaf wa shuunil Islamiyyah was shu’nil Islamiyah, 2006)

Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqhu al-Islami wa adillatuhu. (Damaskus: Darul Fikr, 1985) juz.7.

Usulul Fiqhi Al-Islami (Damaskus: Darul Fikr, 2006)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.