Beauty Vlogger: Representasi Perempuan di Era Disrupsi

Fitrinanda An Nur, Nunik Hariyanti

Abstract

Abstrak

Era disrupsi ditandai masuknya nilai-nilai digital, yang salah satunya adalah pemanfaatan media sosial sebagai cara baru untuk mengaktualisasikan diri. Era disrupsi menawarkan manusia untuk berinovasi atau menciptakan produk baru. Era ini pula menghadirkan tantangan dan juga peluang bagi perempuan. Pada era ini diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi kaum perempuan untuk terlibat di ranah publik. Penelitian ini melihat keterlibatan perempuan di era disrupsi melalui media sosial YouTube. Penelitian ini memaparkan mengenai representasi perempuan di era disrupsi serta memaparkan tantangan dan peluangnya pada akun beauty vlogger Rachel Goddard dan Tasya Farasya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Penelitian ini melihat konten video oleh dua beauty vlogger yang telah terpilih yaitu Rachel Goddard dan Tasya Farasya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan video dari dua beauty vlogger terpilih. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa melalui media sosial YouTube, Rachel Goddard dan Tasya Farasya menjadi gambaran perempuan yang dapat mengaktualisasikan dirinya melalui media sosial dengan memproduksi, mengolah, mengedit hingga mendistribusikan konten YouTube. Mereka merepresentasikan bahwa perempuan dapat berpeluang menjadi pemimpin di era disrupsi dengan memanfaatkan media sosial YouTube.

  

Abstract

 

Disruption era has marked the entry of digital values, one of which is the use of social media as a new way to actualize themselves. The era of disruption offers people to innovate or create new products. This era also presents challenges and opportunities for women. This era is expected to provide new opportunities for women to be involved in the public sphere. This study looks at the involvement of women in the era of disturbances through YouTube's social media. This study describes the representation of women in the era of disruption and describes the challenges and opportunities in the beauty vlogger YouTube channel Rachel Goddard and Tasya Farasya. The research is a qualitative study using qualitative content analysis method. This study looks at the video content by two selected beauty vloggers, Rachel Goddard and Tasya Farasya. Data collection was conducted by collecting videos from two selected beauty vloggers. The results of this study show that through social media YouTube, Rachel Goddard and Tasya Farasya, represent women who can actualize themselves through social media by producing, processing, editing and distributing YouTube content. They represent women who can potentially become leaders in the era of disruption by utilizing YouTube's social media.

 

 

Keywords

era disrupsi, perempuan, representasi, beauty vlogger,YouTube, disruption era, women, representation, beauty vlogger

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 33 times
PDF - 49 times

References

Ayu, R. K. (2017). Perempuan Pebisnis Startup di Indonesia dalam Perspektif Cybertopia. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 1(2), 116–130. Retrieved from https://doi.org/10.25139/jsk.v1i2.167

Barker, C. (2005). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana Yogyakarta.

Hanny Hafiar, F. I. M. (2018). Pemaknaan Profesi Beauty Vlogger Melalui Pengalaman Komunikasi. Nyimak Journal of Communication, 2(2), 95. Retrieved from https://doi.org/10.31000/nyimak.v2i2.920

Munti, R. B. (2005). Demokrasi Keintiman ; Seksualitas di Era Global. LKiS.

N J Mahameruaji, L Puspitasari, E Rosfiantika, D. R. (2018). Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 61–74. Retrieved from https://doi.org/10.24002/jik.v15i1.1007

No Title. (n.d.). Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=uy08uTYVU5Q

Refbacks

  • There are currently no refbacks.