SELEKTIFITAS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN ELEKTABILITAS FIGUR

Aryo Prakoso Wibowo

Abstract

Abstrak

 

               Gegar budaya hampir selalu menampilkan kedigdayaan penguasaan informasi, dan ditopang kemajuan di bidang teknologi komunikasi. Salah satu catatan penting terletak pada media sosial, meskipun awalnya hanya sebagai alternative solutif atas kegamangan masyarakat pengguna media massa. Problematika sosial ini timbul sejak hadirnya teknologi internet yang dipopulerkan melalui The Millenium of Age 2000. Megatrend ini pula yang mendorong terbentuknya masyarakat maya (cyber community), khususnya dalam memberikan kontribusi positif terhadap penyebaran informasi. Gerakannya yang masih telah dapat mengendalikan kehidupan sosial politik, dengan tendensinya pada pencitraan figur-figur yang ditampilkan. Inilah yang menjadikan urgensi penelitian dengan memfokuskan pada upaya mengungkap secara wajar kontribusi media sosial secara selektif dalam rangka meningkatkan elektabilitas figur politik. Penelitian ini sekaligus menganalisis data, khususnya pada pelaku-pelaku media sosial yang relatif tersembunyi, dan pada akhirnya dapat menetapkan 9 (Sembilan) informan secara purposif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) pemanfaatan media sosial lebih mengedepankan prinsip keseimbangan dalam mengagendakan kepentingan, mengingat terdapat filter literasi yang menjadikan audiens sangat selektif terhadap informasi, (2) etika bermedia konteks politik bukan berakar pada pelaku media, namun justru terletak pada karakter audiens yang sangat aktif, dan (3) intensitas komunikasi berbasis cybernetics dapat efektif apabila membuka ruang dialog yang bersifat konsultatif.

 

Abstract

 

Concussions almost always display the power of information mastery, and sustained advances in the field of communications technology. One of the important notes lies in social media, although initially only as an alternative solution to the crowds of mass media users. This social problem arises from the presence of internet technology popularized through the millennium of age 2000. This Megatrend also encourages the formation of cyber community (cyber community), especially in making a positive contribution to the dissemination of information. Its massive movement has been able to control socio-political life, with his tendency to imaging the figures shown. This is the urgency of research, focusing on the fair expression, the selective contribution of social media in order to improve the electability of political figures. This study uses a qualitative-interactive approach, in order to obtain the flexibility to dig as well as analyze the data, especially on the social media players are relatively hidden, and in the end can set as many as 9 informants purposively. The results of this study can be summarized as follows: (1) social media utilization more emphasizes the principle of balance in agenda of interest, considering there is filter of literacy make the audience very selective to information; (2) ethics in the media-based political context is not rooted in the media actors, but rather lies in the character of a very active audience; and (3) the intensity of cybernetics-based communication can be effective, if it opens a consultative dialogue space.

 

Keywords

Media sosial, selektivitas audiens, elektabilitas figur, social media, audience selectivity, electability figure

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 59 times
PDF - 28 times - 5 times

References

A. Buku

Ardianto dan Erdinaya, 2004. Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media

Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, Burhan. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Chris, Brogan. 2010. Social Media 101 Tactic and Tips to Develop Your Busines Online (Willey Publisher).

Dailey. 2009. Peculiarietes of Social Media Integration Into marketing communications. Dubuque. IA Brown & Bencmark.

Mulyana, Deddy. 2013. Komunikasi Politik: Membedah Visi dan Gaya Komunikasi Praktisi Politik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nisrina. 2015. Bisnis Online, Manfaat Media Sosial dalam Meraup Uang. Yogyakarta: Kobis.

Purnama, Hadi. 2011. Media Sosial di Era Pemasaran 3.0. Corporate and Marketing Communication. Jakarta.

Rakhmat, Djalaludin. 2001. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sparrow, D.G. (2010). Motivasi Bekerja dan Berkarya. Jakarta: Citra Cemerlang.

Wasesa, Silih Agung. 2011. Political Branding & Public Relations. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

West, Richard & Turner, Lynn H. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi (Introduction Communication Theory: Analysis and Application). Jakarta: Salemba Humanika.

B. Jurnal

Adi, Dodot Sapto dan Siswanto, Budi. 2018. Perilaku Simbolik Komunitas Kreatif Telematika (Studi Fenomenologi Relasi Antarpelaku Di Kota Malang). Jurnal Nomosleca Volume 4 Nomor 1, April 2018. https://www.researchgate.net/publication/324517595 diakses 20 April 2018.

Anshari, Faridhian. 2013. Komunikasi Politik di Era Media Sosial. Jurnal komunikasi, ISSN 1907-898X Volume 8, Nomor 1, Oktober 2013. http://www.jurnal.uii.ac.id/jurnal-komunikasi/article/viewFile/6469/5828 diakses 20 April 2018.

Budiyono. 2016. Media Sosial dan Komunikasi Politik: Media Sosial sebagai Komunikasi Politik Menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Jurnal Komunikasi P-ISSN: 1907-898X, E-ISSN: 2548-7647 Volume 11, Nomor 1, Oktober 2016. http://www.academia.edu/36126122/Media_Sosial_ dan_Komunikasi_Politik_Media_Sosial_sebagai_Komunikasi_Politik_Menjelang_Pilkada_DKI_Jakarta_2017 diakses 15 Maret 2018.

Chavez, Jonathan. 2012. #Fail: The Misuse of Social Media Campaign in the 2012 US Presidential Campaign. http://www.tcd.ie/policyinstitute/assets/pdf/PL_Chavez_March12.pdf diakses 03 April 2018.

Effendy, Rochmad. 2016. Mengukur Objektivitas Liputan Media Dengan Rumus Coefficient Of Imbalance (Studi Kasus Hasil Penelitian Metode Analisis Isi Kuantitatif Pemberitaan Kampanye Pemilu 1999 di Harian Jawa Pos dan Republika Terhadap Partai Golkar dan PDI-P). Jurnal Nomosleca Volume 2, Nomor 1, April 2016. https:// www.researchgate.net/ publication/ 305388468_Mengukur_Objektivitas_Liputan_Media_Dengan_Rumus_Coefficient_Of_Imbalance_Studi_Kasus_Hasil_Penelitian_Metode_Analisis_Isi_Kuantitatif_Pemberitaan_Kampanye_Pemilu_1999_di_Harian_Jawa_Pos_dan_Republika diakses 15 Maret 2018.

Stieglitz, Stefan & Dang-Xuan, Linh. 2012. Social Media and Political Communication: a Social Media Analytics Framework http://www.researchgate.net/publication/235632721-_Social_Media_ and_Political_Communication_A_Social_Media_Analytics_Framework/file/79e41512111a26d3f3.pdf diakses 03 April 2018.

Watie, Errika Dwi Setya. 2011. Komunikasi dan Media Sosial (Communications and Social Media). Jurnal The Messenger, Volume III, Nomor 1, Edisi Juli, 2011. http://journals.usm.ac.id/index.php/the-messenger/article/download/270/172 diakses 20 April 2018.

Wicaksono, M.Arif. 2017. Pengaruh Media Sosial Instagram @wisatadakwahokura Terhadap Minat Berkunjung Followers. Jurnal JOM FISIP, Vol.4, No.2, Oktober, 2017. https://media.neliti.com/media/publications/183848-ID-pengaruh-media-sosial-instagram-wisatada.pdf diakses 20 April 2018.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.