PENGARUH APLIKASI BORON TERHADAP HASIL BIJI BOTANI BERBAGAI KULTIVAR BAWANG MERAH DI DATARAN RENDAH

alfu laila, Lutfy Ditya Cahyanti

Abstract

Salah satu cara peningkatan produksi bawang merah adalah penggunaan benih biji botani atau true shallot seed (TSS). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pupuk Boron terhadap pembungaan dan hasil biji bawang merah pada berbagai kultivar bawang merah di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan selama bulan Juli - Oktober 2017 di Kebun Agroteknologi, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah dosis Boron sedangkan faktor kedua adalah kultivar. Faktor pertama terdiri dari: tanpa pemberian Boron; aplikasi Boron dengan dosis 1.5 kg/ha; 3 kg/ha; dan 4.5 kg/ha. Boron yang digunakan dalam bentuk Boric acid. Faktor kedua terdiri dari kultivar Biru Lancor (K1), Bauji (K2), Thailand (K3) dan Bima Brebes (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dengan dosis Boron 3 kg/ha mampu meningkatkan persentase pembungaan berbagai kultivar. Dosis Boron yang tepat untuk kultivar Biru Lancor untuk meningkatkan pembentukan biji botani adalah 4.5 kg/ha sedangkan Bauji dan Thailand sebesar 1.5 kg/ha. Dosis terbaik kultivar Bima untuk meningkatkan pembentukan biji adalah 3 kg/ha. Bawang merah kultivar Biru Lancor, Thailand, Bauji memiliki kemampuan berbunga dan penghasil TSS di dataran rendah seperti kultivar Bima.

Keywords

true shallot of seed, boron, flowering

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.