Urgensi Asbāb al-Nuzūl dalam Memahami

Qosim Nursheha Dzulhadi

Abstract


Untuk memahami makna kandungan ayat suci al-Qur’an, dibutuhkan banyak disiplin ilmu, sebut saja seperti; ‘Ilm ‘Irāb al-Qur’ān,1’Ilm Awqāt al-Nuzūl,2’Ilm Asbāb al-Nuzūl,3 ‘Ilm Gharīb al-Qur’ān,4 dan lain sebagainya. ‘Ilm Asbāb al-Nuzūl termasuk yang paling urgen untuk dipelajari, karena mengetahui sebab turunnya suatu ayat (naṣ), akan sangat membantu pemahaman dan penafsiran terhadap maksud dari ayat tersebut. Di samping itu, perhatian ulama juga sangat intens terhadap ilmu ini. Dari perjalanan sejarah, setidaknya terdapat puluhan karya mereka yang memuat judul dengan kata Asbāb al-Nuzūl dan judul-judul tersebut tidak terbatas hanya pada ulama klasik saja. Ulama kontemporer semisal; Abd al-Fattah al-Qadhi, Muqbil al-Wadi’i, Ghazi Inayah, Hammad Abd al-Khaliq Hulwah dan lain sebagainya, turut menambah kekayaan khazanah perkembangan ’Ilm Asbāb al-Nuzūl. Untuk itulah, makalah ini akan mengupas sejauh mana urgensi ’Ilm Asbāb al-Nuzūl. Di antaranya dengan mengutip beberapa pendapat ulama seperti; Imam Ibnu Daqiq al-‘Id, Imam Ibnu Taimiyyah, Imam al-Suyuti, Imam al-Zarkasyi, Syekh Abu al-Fath al-Qusyairi, dan Syekh Muhammad al-Zarqani. Dari paparan para ulama ini, ditemukan bahwa ’Ilm Asbāb al-Nuzūl memainkan perang penting dalam menjelaskan makna ayat, atau menghilangkan sejumlah permasalahan terkait studi al-Qur’an terutama pada penafsiran yang rentan memicu perbedaan pendapat.

Keywords


’Ilm Asbāb al-Nuzūl; al-Qur’an; Ulama; Sahabat; Tabi’in.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21111/klm.v1i15.838

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Kalimah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats